Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Tentang Ilmu Leak


Untuk memperoleh apapun di dunia ini, diperlukan suatu cara. Demikian juga mengenai sihir ilmu hitam. Dari berbagai sumber dapat diidentifikasi bahwa untuk mempelajari sihir ilmu hitam khas Bali diperlukan seorang guru yang akan memberikan petunjuk kepada calon sisya(murid) dengan tanpa menghadap pada dewi pemujaan, yakni Dewi Durga. Namun, bagi orang yang sudah menguasai ilmu hitam(leak) tentu saja seorang guru nge-leak tidak diperlukan lagi, ia dapat langsung melakukan di kuburan dengan memberikan persembahan, serta memohon anugerah dari penguasa kuburan. Menurut petunjuk lontar “pengeleakan” milik Griya Sangket, Sidemen Karangasem, ada jenis pengeleakan tertentu yang dapat dilaksanakan di perempatan jalan.

Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

Bukan hal yang mudah untuk mengetahui bagaimana orang mempelajari ilmu leak, banyak balian yang enggan bicara soal leak. Leak dianggap suatu kejahatan dan masyarakat atau seseorang yang menjadi korban ilmu pengeleakan lebih sering menempuh caranya sendiri untuk menghukum bagi orang-orang yang dianggap melakukan sihir misal dengan cara dikucilkan, dianiaya, diteror bahkan dibunuh.

Umumnya yang sering terjadi, setiap orang sakit disekitar rumah orang yang dianggap bisa/memiliki ilmu leak dan pernah disapa, dipegang oleh orang tersebut maka dianggap penyakit yang diderita adalah disebabkan oleh orang tersebut. Begitu mudahnya tuduhan ditujukan kepada orang yang mempunyai ilmu leak padahal bisa saja penyakit atau kematian tidak disebabkan orang yang dituduh bisa nge-leak tersebut. Mungkin karena resiko menjadi tuduhan masyarakat itulah orang yang mempelajari ilmu leak atau yang telah menguasai ilmu leak enggan untuk menceritakan kepada masyarakat umum. Pada umumnya para balian agak tertutup bicara soal leak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: