Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Tag Archives: ilmu leak

Ilmu Leak Dapat Diwariskan?


Berdasarkan proses dan keberadaan serta cara mendapatkannya ilmu leak dibagi menjadi 3(tiga) jenis yaitu:

  1. Ilmu leak yang didapatkan secara genetik(keturunan).
  2. Ilmu leak yang didapatkan dengan cara belajar.
  3. Ilmu leak yang didapatkan dengan cara membeli.

Dilihat dari proses dan asal muasalnya ilmu pengeleakan maka dapat disimpulkan bahwa ilmu pengeleakan dapat diwariskan walaupun kwalitas hasilnya belum tentu sama. Dilihat dari sisi kualitas hasilnya ilmu pengeleakan dibagi menjadi 3(tiga):

  1. Ilmu pengeleakan kelas 1(kw1), adalah ilmu pengeleakan yang diterima secara genetik(keturunan), bersifat otomatis. Ilmu pengeleakan ini dapat(pasti) diwariskan karena bersifat keturunan meskipun dalam prilaku berikutnya dapat saja berubah sifat, tidak dipakai oleh pewarisnya atau hanya disungsung sebagai warisan leluhur. Bentuk pewarisan ilmu pengeleakan ini dapat dengan ngelakoni atau hanya sekedar nyungsung atau distanakan semata.
  2. Ilmu pengeleakan kelas 2(kw2), adalah ilmu pengeleakan yang diperoleh dari proses belajar(penglatih-pen). Dari sisi waktu ilmu pengeleakan kw2 adalah yang paling lama untuk mendapatkannya.
  3. Ilmu pengeleakan kelas 3(kw3), adalah ilmu pengeleakan yang diperoleh dari membeli. Paling banyak dijadikan anutan karena proses untuk mendapatkannya sangat mudah, ada uang maka ilmu pengeleakan pun ada.

Jadi kesimpulannya, ilmu pengeleakan dapat diwariskan melalui tiga cara atau proses: genetik, belajar dan membeli. Bagi yang secara genetik tidak memiliki keturunan ngeleak, maka pilihannya ada 2 yaitu belajar atau membeli. Bagi yang memiliki keturunan ngeleak pilihannya adalah ngelakoni(menjalankan) atau hanya sebatas nyungsung saja.

Advertisements

Leak dan Kuburan


Pada dasarnya ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut leak, yang ada adalah “liya, ak” yang artinya lima aksara(memasukkan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu. Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma. Si adalah mencerminkan Tuhan. Wa adalah anugerah, Ya adalah jiwa. Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan. Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa. Kekuatan aksara ini disebut panca gni(lima api). Manusia mempelajari kerohanian apapun, ketika mencapai puncaknya pasti akan mengeluarkan cahaya(aura), cahaya ini keluar melalui lima pintu(indria)tubuh yaitu: telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan namun pada umumnya cahaya itu keluar melalui mata dan mulut.

Pada prinsipnya ilmu leak tidak mempelajari tentang bagaimana menyakiti, seseorang yang mempelajari ilmu leak adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi itu datang maka orang tersebut bisa keluar dari tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontraksi batin agar badan astral kita bisa keluar. Inilah alasanya orang ngeleak. Roh bisa berjalan keluar dalam bentuk cahaya melesat dengan cepat, inilah yang disebut endih.

Kode etik pengeleakan karena tidak semua orang bisa melihat endih maka orang yang bisa ngeleak pun tidak sembarangan bisa keluar masuk tubuhnya. Orang yang bisa ngeleak juga tidak boleh masuk rumah atau dekat dengan mayat(orang mati). Tempat bermain-main leak adalah Kuburan. Apabila ada orang yang baru meninggal, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar roh orang yang meninggal mendapatkan tempat sesuai dengan karmanya. Doa leak tersebut berbunyi: Ong gni brahma anglebur panca maha bhuta, anglukat sarining merta. mulihakene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahotama. ong rang sah, wrete namah.

Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikkan airnya sebagai tirtha. Paham yang dianut leak adalah apapun status seorang manusia; orang sakti, pintar, kaya, miskin semua akan berakhir di kuburan(mati). Tradisi dan kepercayaan sebagian orang india tidak ada tempat tersuci selain kuburan. Di Bali kuburan sering identik dengan keramat, seram karena seling muncul hal-hal aneh. Padahal dalam lontar tatwaning ulun setra kuburan merupakan tempat yang baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa. kenapa ? karena disinilah tempatnya roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Leak mempunyai 7(tujuh)tingkatan:

  1. Leak Barak(brahma), leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api.
  2. Leak Pamoroan
  3. Leak Bulan
  4. Leak Bunga
  5. Leak Sari
  6. Leak Cemeng Rangdu
  7. Leak Siwa Klakah.

Dari ke-tujuh tingkatan itu, Leak Siwa Klakah yang tertinggi; ketujuh cakranya mampu mengeluarkan cahaya sesuai kehendak bathinnya. Sampai saat ini ilmu leak masih berkembang karena pewarisnya masih ada.

**Dari berbagai sumber

Leak Itu Menyakiti?


Leak merupakan ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur di Bali. Pada jaman sekarang orang bertanya-tanya, benarkah leak itu ada? benarkah leak itu menyakiti?. Secara umum leak itu tidak menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat, ilmu leak mempunya etika-etika sendiri, tidak gampang dipelajari dan dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajarinya. Di masyarakat Bali leak sering dianggap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidaknya seperti itu. Ilmu leak juga seperti halnya ilmu kebathinan yang lain yang terdapat di lontar-lontar kuno Bali.

Dahulu leak tidak semua orang boleh mempelajari ilmu leak, karena ilmu leak leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh. Biasanya ilmu leak dipelajari oleh raja-raja dan para petinggi raja disertai bawahannya untuk tujuan sebagai pertahanan dari musuh-musuh. Orang-orang yang belajar ilmu leak memilih tempat rahasia karena sifat dan cara belajar ilmu leak ini memang rahasia. Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari. Saat ini ilmu leak telah berkembang sesuai jaman esensinya dalam penerapan, jelas ilmu leak tidak menyakiti. Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, inilah ilmu yang disebut pengiwa. Ilmu pengiwa yang berkembang dimasyarakat inilah yang sering dicap sebagai ilmu leak.

Jadi leak memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih leak. Endih leak muncul pada saat mereka(yang belajar ilmu leak) sedang latihan atau bercengkrama dengan leak lainnya, biasanya endih(nyala) leak muncul saat tengah malam dan pada hari tertentu saja. Endih leak bisa berupa fisik atau jnananya(rohnya) sendiri, bagi orang yang baru belajar leak endih itu biasanya lidah. Dalam menjalankan ilmu leak dibutuhkan upacara namun bagi orang yang menggunakan sukma atau intisari jiwa ilmu leak.

Bentuk endih leak bermacam-macam sesuai dengan tingkatannya ada yang seperti bola, kurungan ayam tergantung pakem(etika) yang dipakai. Endih leak tidak sama dengan sinar penerangan lainnya, kalau endih leak biasanya berjalan sesuai dengan arah mata angin, kelap-kelip tidak seperti sinar/penerangan lainnya. Endih leak juga lebih dari satu warna, memiliki sifat gelombang elektromagnetik mempunyai daya magnet.

Dengan demikian leak tidak menyakiti orang yang kebetulan melihatnya, tidak perlu was-was, bersikap sewajarnya saja, ucapkanlah nama-nama Tuhan, endih leak tidak menyebabkan panas karena bersifat niskala(maya) dan tidak dapat dijamah/disentuh.

Artikel terkait:

  1. Ilmu Leak dapat diwariskan
  2. Tentang Ilmu Leak
  3. Leak dan Kuburan