Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Tag Archives: ilmu leak

Cara Belajar Nge-Leak


Seperti yang kita ketahui pada artikel sebelumnya ilmu pengeleakan dapat diwariskan melalui tiga cara atau proses yaitu: berdasarkan keturuan/genetik, dengan proses belajar dan membeli. Bagi yang secara genetik tidak memiliki keturunan ngeleak, maka pilihannya ada 2 yaitu belajar atau membeli. Bagi yang memiliki keturunan ngeleak pilihannya adalah ngelakoni(menjalankan) atau hanya sebatas nyungsung saja.

Sebelum seseorang belajar Ilmu pengelaeakan terlebih dahulu harus diketahui otonan orang tersebut (hari lahir versi Bali) hal ini sangat penting, agar murid tidak celaka oleh ilmu itu sendiri.

Image by: Bali Wisdom

Setelah diketahui barulah proses belajar Ngeleak dimulai. Dimana, pertama-tama murid harus mewinten Brahma Widya, dalam bahasa lontar Ngerangsukang Kawisesan dan hari baikpun tentunya dipilih oleh sang nabe (guru).

Tahap dasar murid diperkenalkan dengan Aksara Wayah (Modre), dalam hal ini aksara tersebut tidak bisa dieja karena merupakan aksara baku. Selajutnya murid di-rajah pada seluruh tubuh dari atas sampai bawah oleh sang guru, hal ini dilakukan di Setra(kuburan) pada saat hari Kajeng Kliwon Enyitan.

Pertama murid diajarkan untuk “nyungsang idep” yaitu membalikan pikiran, semua hal yang tidak baik harus dipikirkan menjadi suatu yang baik, begitu juga sebaliknya, biasanya ritual ini dilakukan dengan mencolek kotoran ayam dan menghirup baunya, ritual ini dikenal dengan istilah “nyolek-nyolek tain belek”, bila bau kotoran ayam tersebut lama-kelamaan menjadi harum bagi pelaku, maka ia sudah lulus tingkat pertama. Proses lainnya adalah menjilati “bungut pawon”/ tungku perapianan dan sebagainya.

Selesai dari proses ini, barulah sang murid sah menjadi Leak bagi sang guru dan ia akan melakukan ritual di Setra(kuburan) dengan sarana sanggah cucuk dan beberapa sesajen.

Ada 5 sumpah yang harus ditaati dalam belajar Ngeleak, ialah :

  1. Hormat dan taat dengan ajaran yang diberikan oleh guru.
  2. Selalu melakukan ajapa-ajapa untuk menyembah Siwa dan Dhurga dalam bentuk Ilmu Kawisesan (Sakti).
  3. Tidak boleh pamer kalau tidak kepepet dan selalu menjalankan Dharma (kebaikan).
  4. Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh berhubungan intim dengan orang selain pasangan alias berzinah.
  5. Tidak boleh menyakiti atau dengan cara apapun melalui ilmu yang dipelajari.

Mungkin karena peraturani Nomor 4 ini yang paling ditakuti, maka dahulu dikatakan kebanyakan ilmu leak dipelajari oleh kaum perempuan, sebab kaum perempuan biasanya lebih kuat menahan nafsunya.

Artikel direpost dari: @calonarangtaksu @art_taksu #art_taksu

Artikel lain:

  1. Ilmu Leak dapat diwariskan
  2. Leak dan Kuburan
  3. Leak itu menyakiti?

Advertisements

Ilmu Leak Dapat Diwariskan?


Ilmu pengeleakan sangat pantas untuk dilestarikan, terlepas dari peruntukannya. Ilmu leak bukan hal yang buruk jika pergunakan untuk hal-hal positif. Berdasarkan proses dan keberadaan serta cara mendapatkannya ilmu leak dibagi menjadi 3(tiga) jenis yaitu:

  1. Ilmu leak yang didapatkan secara genetik(keturunan).
  2. Ilmu leak yang didapatkan dengan cara belajar.
  3. Ilmu leak yang didapatkan dengan cara membeli.

Image by: Bali Wisdom

Dilihat dari proses dan asal muasalnya ilmu pengeleakan maka dapat disimpulkan bahwa ilmu pengeleakan dapat diwariskan walaupun kwalitas hasilnya belum tentu sama. Dilihat dari sisi kualitas hasilnya ilmu pengeleakan dibagi menjadi 3(tiga):

  1. Ilmu pengeleakan kelas 1(kw1), adalah ilmu pengeleakan yang diterima secara genetik(keturunan), bersifat otomatis. Ilmu pengeleakan ini dapat(pasti) diwariskan karena bersifat keturunan meskipun dalam prilaku berikutnya dapat saja berubah sifat, tidak dipakai oleh pewarisnya atau hanya disungsung sebagai warisan leluhur. Bentuk pewarisan ilmu pengeleakan ini dapat dengan ngelakoni atau hanya sekedar nyungsung atau distanakan semata.
  2. Ilmu pengeleakan kelas 2(kw2), adalah ilmu pengeleakan yang diperoleh dari proses belajar(penglatih-pen). Dari sisi waktu ilmu pengeleakan kw2 adalah yang paling lama untuk mendapatkannya.
  3. Ilmu pengeleakan kelas 3(kw3), adalah ilmu pengeleakan yang diperoleh dari membeli. Paling banyak dijadikan anutan karena proses untuk mendapatkannya sangat mudah, ada uang maka ilmu pengeleakan pun ada.

Jadi kesimpulannya, ilmu pengeleakan dapat diwariskan melalui tiga cara atau proses: genetik, belajar dan membeli. Bagi yang secara genetik tidak memiliki keturunan ngeleak, maka pilihannya ada 2 yaitu belajar atau membeli. Bagi yang memiliki keturunan ngeleak pilihannya adalah ngelakoni(menjalankan) atau hanya sebatas nyungsung saja.

Leak dan Kuburan


Pada dasarnya ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut leak, yang ada adalah “liya, ak” yang artinya lima aksara(memasukkan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu. Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma. Si adalah mencerminkan Tuhan. Wa adalah anugerah, Ya adalah jiwa. Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan. Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa. Kekuatan aksara ini disebut panca gni(lima api). Manusia mempelajari kerohanian apapun, ketika mencapai puncaknya pasti akan mengeluarkan cahaya(aura), cahaya ini keluar melalui lima pintu(indria)tubuh yaitu: telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan namun pada umumnya cahaya itu keluar melalui mata dan mulut.

Image by: Bali Wisdom

Pada prinsipnya ilmu leak tidak mempelajari tentang bagaimana menyakiti, seseorang yang mempelajari ilmu leak adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi itu datang maka orang tersebut bisa keluar dari tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontraksi batin agar badan astral kita bisa keluar. Inilah alasanya orang ngeleak. Roh bisa berjalan keluar dalam bentuk cahaya melesat dengan cepat, inilah yang disebut endih.

Kode etik pengeleakan karena tidak semua orang bisa melihat endih maka orang yang bisa ngeleak pun tidak sembarangan bisa keluar masuk tubuhnya. Orang yang bisa ngeleak juga tidak boleh masuk rumah atau dekat dengan mayat(orang mati). Tempat bermain-main leak adalah Kuburan. Apabila ada orang yang baru meninggal, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar roh orang yang meninggal mendapatkan tempat sesuai dengan karmanya. Doa leak tersebut berbunyi: Ong gni brahma anglebur panca maha bhuta, anglukat sarining merta. mulihakene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahotama. ong rang sah, wrete namah.

Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikkan airnya sebagai tirtha. Paham yang dianut leak adalah apapun status seorang manusia; orang sakti, pintar, kaya, miskin semua akan berakhir di kuburan(mati). Tradisi dan kepercayaan sebagian orang india tidak ada tempat tersuci selain kuburan. Di Bali kuburan sering identik dengan keramat, seram karena seling muncul hal-hal aneh. Padahal dalam lontar tatwaning ulun setra kuburan merupakan tempat yang baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa. kenapa ? karena disinilah tempatnya roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Leak mempunyai 7(tujuh)tingkatan:

  1. Leak Barak(brahma), leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api.
  2. Leak Pamoroan
  3. Leak Bulan
  4. Leak Bunga
  5. Leak Sari
  6. Leak Cemeng Rangdu
  7. Leak Siwa Klakah.

Dari ke-tujuh tingkatan itu, Leak Siwa Klakah yang tertinggi; ketujuh cakranya mampu mengeluarkan cahaya sesuai kehendak bathinnya. Sampai saat ini ilmu leak masih berkembang karena pewarisnya masih ada.

**Dari berbagai sumber

%d bloggers like this: