Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Kelengkapan Penjor Galungan


Penjor Galungan | PMHD Warmadewa.

UMAT Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 210 hari(6 Bulan) sekali. Hari Raya Galungan identik dengan Penjor Galungan. Penjor Galungan harusnya lengkap, mengikuti pakem penjor sakral untuk kepentingan ritual keagamaan. Sebagai sebuah sarana persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, tentu penjor dibuat sesuai dengan kelengkapannya dan dikemas seindah-indahnya. Apa saja kelengkapan penjor Galungan?
Dosen Unhi Denpasar Prof. Dr. IB Gunadha, pernah menyampaikan, penjor harus dibedakan dengan papenjoran. Penjor berhubungan erat dengan ritual keagamaan Hindu, sedangkan papenjoran dibuat untuk kepentingan di luar upacara keagamaan atau bersifat profan. Penjor sakral, seperti penjor Hari Raya Galungan mesti mengikuti beberapa persyaratan. Penjor merupakan lambang gunung, sebagai sumber kesejahteraan. Karena itu bentuk penjor menyerupai wujud naga–Naga Ananta Boga–dengan kepala di bawah dan ekor melengkung di atas. Menggunakan bambu, dilengkapi bakang-bakang yang dibuat dari janur atau ambu atau daun enau muda.

Kelengkapan penjor Galungan meliputi sanggah penjor, pala bungkah, pala gantung, sampian penjor, lamak, ceniga, kain dan sebagainya. Pala bungkah meliputi umbi-umbian, sedangkan pala gantung meliputi buah-buahan, padi, kacang-kacangan dan sebagainya. Kelengkapan itu wajib diisi pada penjor Galungan, sebagai wujud syukur umat terhadap Ida Sang Hyang Widi Wasa yang telah menganugerahkan sumber kehidupan, ujarnya.

Penjor dibuat seindah-indahnya, lengkap dengan pala bungkah pala gantung, dan atribut lainnya, seperti sanggah penjor tempat menghaturkan sesajen saat Galungan. Setelah selesai, penjor kemudian dipasang di lebuh sebelah kanan pintu masuk pekarangan. Waktu yang tepat memasang penjor adalah pada sore hari, sehari menjelang Galungan, yakni pada Penampahan Galungan. Secara estetika, pemasangan penjor sehari sebelum Galungan memiliki tujuan agar perlengkapan penjor dan hiasannya masih segar saat Galungan.

Membuat Penjor | Journal Bali

Bagaimana dengan penjor dengan hiasan yang sudah jadi? Kata Gunadha, dalam wujud persembahkan, umat tentu akan membuat yang terbaik. Sesungguhnya tidak masalah membuat penjor dengan hiasan yang sudah jadi. Cuma, yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan penjor itu sendiri. Mesti ada pala bungkah dan pala gantung dan atribut lainnya.
Sementara itu sumber lain menyebutkan hal senada. Penjor dipasang atau ditancapkan pada lebuh di depan sebelah kanan pintu masuk pekarangan. Bila rumah menghadap ke utara maka penjor ditancapkan pada sebelah timur pintu masuk pekarangan. Sanggah dan lengkungan ujung penjor menghadap ke tengah jalan. Tak ketinggalan sanggah Ardha Candra lengkap dengan sesajennya. Pada ujung penjor digantungkan sampian penjor lengkap dengan porosan dan bunga.
Dilihat dari segi bentuk penjor merupakan lambang pertiwi dengan segala hasilnya, yang memberikan kehidupan dan keselamatan. Pertiwi atau tanah digambarkan sebagai dua ekor naga yaitu Naga Basuki dan Ananta bhoga. Selain itu, penjor merupakan simbol gunung yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Sumber: Bali Post | Penjor Galungan Mesti Lengkap

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: