Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Pura Luhur Dwijawarsa Malang


Pura Luhur Dwijawarsa
Pura Luhur Dwijawarsa merupakan tempat ibadah umat Hindu terbesar di Malang Raya sekaligus tertua (didirikan sejak tahun 1957).Terletak di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.Keberadaan dan eksistensi Pura Luhur Dwijawarsa ini sangat berarti dan diperhitungkan oleh pemuka agama, pemerintah daerah setempat dan masyarakat Hindu di Malang khususnya. Bangunan Pura yang berdiri di atas lahan 1,3 hektar dan berjarak 9 km dari pusat kota tersebut mampu menampung hingga 1.000 umat Hindu yang secara rutin bersembahyang di sana.

Sejarah Berdirinya Pura Luhur Dwijawarsa.
Pada tahun 1957, diawali dari kehadiran tokoh rohaniwan Hindu Ida Pedanda Made Kemenuh, Ida Pedanda Oka Telaga dan Ida Pedanda Wayan Sidemen yang bertemu dengan Keluarga Pelajar Bali Indonesia (KBBI). Pertemuan ini difasilitasi oleh tokoh umat Hindu di Malang yaitu JBAF Major Polak (keempat tokoh tersebut sudah almarhum). Dari pertemuan tersebut tercetus ide pembangunan tempat suci Hindu (pura) di Malang, kemudian terpilih lokasi pura yang sangat strategis di Puncak Gunung Buring, yang merupakan wilayah administratif Kelurahan Lesanpura, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Untuk memperlancar terwujudnya pura yang diinginkan, maka dibentuk yayasan yang diberi nama Yayasan Pura Dwijawarsa Malang di hadapan Notaris R. Soeratman, pada 7 Februari 1959 dengan Akta Notaris nomor 13. Pada tahun 1968 terwujud pura yang cukup megah diberi nama Pura Luhur Dwijawarsa Malang. Pada tanggal 13 Mei 1968 dilakukan upacara pemelaspasan dan Karya Agung Ngenteg Linggih yang pertama, dipimpin langsung oleh Ida Pedanda Made Kemenuh. Pura Luhur Dwijawarsa akhirnya menjadi pura terbesar umat Hindu di Malang hingga saat ini.

Setelah lebih dari 40 tahun berlalu sejak tahun 1968 sampai dengan tahun 2008, keberadaan Pura Luhur Dwijawarsa terasa semakin sempit seiring bertambahnya jumlah umat Hindu di Malang Raya yang hadir melakukan persembahyangan pada hari-hari suci keagamaan di pura tersebut. Dengan dukungan para pinisepuh umat Hindu di Malang dan Gubernur Bali Bapak Dewa Made Beratha, maka generasi muda Hindu Malang bersemangat lagi untuk melakukan renovasi serta membangun sarana dan prasarana pendukungnya di tempat suci tersebut. Pada tahun 2001 dibentuklah panitia pembangunan kembali Pura Luhur Dwijawarsa Malang.

Sebuah karateristik yang membedakan sekaligus membanggakan dari Pura Luhur Dwijawarsa adalah letaknya yang berada di tengah pemukiman masyarakat yang mayoritas beragama Islam, sehingga keberadaanya menjadi simbol kerukunan antar umat beragama di wilayah Malang Raya.

 

 

 

Advertisements

3 responses to “Pura Luhur Dwijawarsa Malang

  1. robi December 23, 2012 at 1:44 pm

    Saya sangat tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kerukunan beragama di sini. mudah-mudahan bisa terlaksana pada bulan januari 2013.

    • admin December 27, 2012 at 6:14 am

      Lanjutkan, Bung Roby.

  2. Pingback: Pura Luhur Dwijawarsa Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: