Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Keluarga Hindu


Hendaknya lelaki dan perempuan yang terikat dalam perkawinan berusaha tidak jemu-jemu dan tidak bercerai serta tidak melanggar kesetiaan. Hendaknya hubungan berlangsung sampai mati dan dianggap sebagai hukum suami istri.
(Weda Smerti IX. 101-102)

Keluarga berasal dari bahasa sanskerta, dari kata : “Kula” dan “Varga”, Kuta berarti abdi, hamba dan Varga berarti jalinan, ikatan, pengabdian. Kalu dan Varga menjadi Kaluvarga yang artinya jalinan/ikatan pengabdian. Secara keseluruhan makna Keluarga dari kedua kata diatas adalah jalinan/ikatan pengabdian antara suami, istri dan anak. Jadi keluarga adalah persatuan yang terjalin diantara seluruh anggota keluarga dalam rangka “pengabdiannya” kepada amanat dasar yang diemban keluarga tersebut. Dasar dari keluarga Hindu adalah Pegabdian bukan Pengorbanan. Tidak ada satupun dari anggota keluarga yang berkorban untuk anggota keluarga lainnya, Singkatnya seluruh anggota keluarga yaitu suami, istri dan anak harus menyadari bahwa apapun yang diperbuat adalah semata-mata melaksanakan amanat Hyang Widhi sehingga semua itu dapat dipersembahkan dari dorongan hati yang tulus suci.

Didalam kitab Sarasamuccaya, sloka 90 menyatakan:

niyacchayaccha samyaccha cendriyani manasthatha, pratisedhyesvavadyesu durlabhesvahitsu ca.

Artinya: Karena itu hendaknya dikekang, diikat kuat-kuat panca indriya dan pikiran itu, jangan biarkan melakukan sesuatu yang tercela, melakukan sesuatu yang pada akhirnya tidak menyenangkan.

Dari sloka diatas dapat diambil pengertian bahwa penting bagi seluruh anggota keluarga untuk saling menjaga indriya dan pikirannya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan anggota keluarga lainya sedih atau sakit.

Tujuan keluarga agama Hindu adalah untuk mencapai dharma, artha, kama dan moksa. Didalam kitab Bramanapurana disebutkan badan/wadag yang diberikan Hyang Widhi dipergunakan untuk mencapai Dharma,artha,kama dan moksa keempatnya memilikin hubungan satu dengan yang lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas kita harus melakukan bhutahita(mengupayakan kesejahteraan semua makhluk hidup) caranya: bhakti ring Hyand Widh, Pitra Puja dan Masihi Swagotra(sayang keluarga).

Advertisements

One response to “Keluarga Hindu

  1. vieria handayani March 27, 2013 at 3:21 am

    Luar biasa,ajarannya hebat. Saya senang dg cinta kasih dan pengabdian kepada Sang Hyang Widhi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: