Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Kewajiban dalam keluarga Hindu(1)


Selain sebagai ikatan/jalinan pengabdian yang tulus ikhlas antara seorang ayah kepada ibu dan anak, dalam keluarga juga terdapat kewajiban atau swadarma untuk melakukan panca yadna(Weda Smrti III 67.71), itu lima pengabdian yang ikhlas,suci, nirmala antara lain:

  1. Kepada Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya(dewa yadnya)
  2. Kepada orang suci(Rsi Yadnya)
  3. Kepada orang tua,leluhur/guru rupaka(Pitra Yadna).
  4. Kepada sesama manusia(Manusa Yadnya).
  5. Kepada Alam semesta(Bhuta yadnya).

Selain kewajiban panca yadnya tersebut diatas, setiap unsur dalam keluarga Hindu memiliki kewajiban masing-masing antara lain:

Kewajiban Suami.

“Wahai mempelai laki-laki, lakukanlah yadnya(pengorbanan suci) yang akan mengantarkan keluargamu mencapai kebahagiaan dan perkawinan yang penuh rahmat. Senantiasa berbaktilah kepada Hyang Widhi, berikannlah kegembiraan kepada semua makhluk.”(Yajur Weda VIII,4)

Dalam Kitab Sarasamuccaya 242 disebutkan kewajiban suami antara lain:

  1. Sarirakrt artinya, mengupayakan kesehatan jasmani anak-anaknya.
  2. Prana data, membangun jiwa anak-anaknya.
  3. Anna data, artinya: memberikan makan.

Dalam Grhya Sutha, seorang suami mempunyai 2(dua) kewajiban antara lain:

  1. Memberikan perlindungan pada istri dan anak(patti).
  2. Bhastri, artinya seorang suami berkewajiban menjamin kesejahteraan istri dan anak-anaknya.

Dalam Nitisastra VIII.3 ada 5(lima) kewajiban seorang suami yang disebut panca vida, antara lain:

  1. Matuluning urip rikalaning baya artinya: menyelamatkan keluarga pada saat bahaya.
  2. Nitya maweh bhinoajana artinya: selalu mengusahakan makanan yang sehat.
  3. Mangupadyaya artinya: memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya.
  4. Sang ametwaken artinya: suami sebagai penyebab kelahiran bagi anak-anaknya.

Didalam Weda Smrti IX.3 disebutkan:

PITARAKSATI KAUMARE, BHARTA RAKSATI YAUWANE,RAKSANTI STHAVIRE PUTRA NA, STRI SWATANTRYAM ARHATI.

Artinya: Selagi masih kecil seorang ayahlah yang melindungi, dan setelah dewasa suaminyalah yang melindunginya dan setelah ia tua putranyalah yang melindungi, wanita tidak pernah layak bebas(harus selalu dilindungi).

Kewajiban suami dalam Weda Smrti IX:2,3,9,11 dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Wajib melindungi istri dan anak-anaknya serta memperlakukan istri dengan wajar dan hormat. Wajib memelihara kesucian hubungannya dengan saling mempercayai sehingga terjamin kerukunan dan keharmonisan rumah tangga.
  2. Suami hendaknya menyerahkan harta kekayaan dan menugaskan istrinya untuk mengurus artha rumah tangga, urusan dapur, yadnya serta ekonomi keluarga.
  3. Bila harus dinas keluar daerah suami suami berusaha menjamin istrinya untuk memberikan nafkah.
  4. Suami wajib menggauli istrinya dan mengusahakan agar antara mereka sama-sama menjamin kesucian keturunannya serta menjauhkan diri dari hal-hal yang mengakibatkan perceraian.
  5. Suami hendaknya selalu merasa puas dan bahagia bersama istrinya karena akan terpelihara kelangsungannya.
  6. Suami wajib menjalankan dharma grhastin, dharma keluarga(kula dharma),dhama dalam bermasyarakat(vansa dharma).
  7. Suami berkewajiban melaksanakan sraddha,pitrapuja(pemujaan kepada luluhur)memelihara cucunya serta melaksanakan panca yadnya.

3 responses to “Kewajiban dalam keluarga Hindu(1)

  1. Ni Made Aryati February 7, 2015 at 2:04 am

    Saya senang sekali membaca artikel ini. Dimana seorang wanita berhak utk dilindungi dihargai dan dijaga haknya selaku seorang istri dan ibu dr anak-anaknya. Tp jika seorang suami selalu memaki istrinya setiap kali ada sesuatu yg tdk berkenan di hatinya,,apakah tdk ada hukumnya secara hindu..?

  2. putu June 23, 2016 at 4:12 pm

    Om svasti astu…
    mw tnya kalau dalam pernikahan,selain kewajiban di atas,apa lagi tugas seorang suami itu,kan suami istri sama” bekerja si istri bangun lebih awal untuk membereskan pekerjaan rumah dari makanan hingga cucian lalu berangkat kerja pulang sore istri kerja lagi pekerjaan rumah nah boleh gx si istri minta bantuan suami untuk membantu pekerjaan rumah tapi bukan merintah” suami apa kewajiban suami hanya jadi kepala rumah tangga saja melihat istri dari subu ke mlm kerja terus suami cuma terima beres…gx punya pembantu jga..mohon di bls

    terima kasih

    • admin June 24, 2016 at 12:35 am

      Om Swasty Astu,, terima kasih sudah mampir di paduarsana.com. dibutuhkan saling pengertian. memang seperti itulah seharusnya suami membantu istri membereskan pekerjaan rumah misal: menyapu, mencuci, membereskan, menemani anak bermain (jika sudah ada). penting bagi setiap pasangan untuk berpikir bahwa pekerjaan rumah bukan tanggung jawab istri atau suami tapi tanggung jawab bersama.semua akan terasa nyaman jika kita melakukan itu bersama2, saling membantu. Om Santih, Santih, Santih Om

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 84 other followers

%d bloggers like this: