Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Banten Hari Raya Sabuh Mas


Sehari setelah Soma Ribek, tibalah Hari Raya(suci) Sabuh Mas hari ini 20 Maret 2018. Hari Raya Sabuh Mas dirayakan setiap 210 hari sekali pada hari Selasa(Anggara) Wage Wuku Sinta. Ini merupakan Pesucian Sang Hyang Mahadewa dengan limpahan restunya pada raja berana logam mulia(emas, perak) harga, permata, manik dan sebagainya.

Image by: Sastra Bali

Dihari Sabuh Mas ini kita hendaknya melakukan asuci laksana, bersyukur atas harta benda yang dimiliki melakukan pembersihan, memeriksa keadaan serta memastikan keamanannya.

Dalam lontar Sundarigama disebutkan:

Anggara Wage, sabuh mas ngaran, pasucen Bhatara Mahadewa, pakertinia ring raja berana emas manik, mwang sarwa mula ratna manik

Artinya: pada hari Anggara Wage, disebut dengan Sabuh Mas.

Merupakan hari yang disucikan untuk memuja Bhatara Mahadewa, dengan jalan melakukan upacara Agama, terhadap harta benda kakayaan, yaitu manik dan segala manikam.

Sehingga pada Sabuh Mas ini menurut Sundarigama jelas merupakan hari pemujaan kepada Bhatara Mahadewa yang menguasai arah pascima (barat).

Pemujaan kepada Bhatara Mahadewa bertujuan untuk memohon kesentosaan serta kemajuan.

Adapun sarana upakara yang digunakan yaitu suci, daksina, peras penyeneng, sesayut yang disebut Amrta sari, canang lenga wangi, burat wangi dan reresik.

Tempatnya yaitu ring piyasan ring sanggar (dipiyasan atau disanggah).

Umat Hindu pada saat itu patutlah melakukan penyucian diri atau pembersihan diri. Tidak sombong dengan kesenangan yang bersifat kebendaan dimana semua hanya titipan.

“…Ndatan apa pakaryannira?”
“Manira makarya Lumbung”
“Isining Lumbung?”
“Mas, Inten, salaka, sarwa manik, Pala bungkah, pala gantung, pala wija, pala madon, pala woh, mwang sarwa mule”
“Sira sang adruwe?”
“Druwe Sang Apaselang, apan yang tan kapaselang tan siddha punang karya”.

Demikianlah isi penggalan Lontar Paselang, dari petikan Pustaka ini mengingatkan kita bahwa segala hal yang saat ini kita miliki sejatinya hanyalah PINJAMAN (Druwe Sang Apaselang), yang dititipkan oleh Hyang Widhi melalui Alam Semesta kepada kita.

Dengan demikian Harta kekayaan yang kita miliki baik kekayaan yang abstrak (pengetahuan, kecerdasan, emosi, phsikis, mental dan spiritual) hingga kekayaan riil (benda-benda duniawi termasuk badan ini); inilah SABUH (LUMBUNG) MAS kita. Yang semuanya mengacu kepada hukum aksi-reaksi. Jika digunakan dengan bijak di jalan Dharma maka SABUH tersebut akan kian cemerlang dan keberlimpahan dan bernilai berlipat ganda laksana kilau dan nilai EMAS. Namun jika digunakan dengan semena-mena di jalan Adharma maka SABUH itu akan kian kusam dan mengalami kekeroposan laksana Besi yang termakan Karat.

Terima kasih: Tribun News, Babab Bali, Jro Mangku Danu

Advertisements

One response to “Banten Hari Raya Sabuh Mas

  1. Pingback: Filosopi dan Makna Hari Raya Pagerwesi | Paduarsana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: