Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Implementasi Tri Kaya Parisudha


Kita tentu tidak asing dengan kalimat Tri Kaya Parisudha, dilihat dari artinya kata Tri berarti Tiga, Kaya berarti Karya, Perbuatan atau Prilaku, Sedangkan Parisudha berarti usaha pensucian. Jadi Tri Kaya Parisudha adalah 3 (tiga) gerak,karya, perbuatan atau prilaku manusia yang harus disucikan. Tri Kaya Parisudha terdiri dari Manacika(Pikiran), Wacika(Perkataan) dan Kayika(Perbuatan).

Mensucikan Pikiran(Manacika).

Pikiran merupakan dasar dari prilaku manusia baik perkataan(wacika) maupun perbuatan(kayika), dari pikiran yang bersih, suci akan menghasilkan perkataan dan perbuatan yang baik dan mampu menciptakan suasana yang kondusif disekitar kita. Pikiran buruk akan menghasilkan keadaan yang tidak baik bagi diri sendiri maupun orang-orang disekitar kita.

Pikiran baik tentu saja tidak berpikir hal-hal buruk terhadap suatu objek misal berpikir buruk ketika melihat wanita berpakaian seksi, tidak berpikir buruk terhadap orang kaya. Jika kita berpikir negatif(buruk) terhadap dua contoh objek diatas maka yang terjadi akan timbul perkataan yang melecehkan, menghina atau menuduh yang tidak-tidak, bahkan bukan tidak mungkin akan terjadi tindakan/perbuatan(kayika) yang melanggar hukum(pelecehan seksual atau perampokan).

Bagaimana mensucikan pikiran bathin kita?

Tidak ada satu orang pun yang mampu mensucikan pikiran kita jika bukan diri kita sendiri. Hal ini dinyatakan dengan tegas didalam Hindu, Bahwa; Tidak ada makhluk dari alam mana pun yang dapat mensucikan bathin kita, apabila kita sendiri tidak berusaha kerah itu terlebih benda-benda materi tentu tidak tak mungkin mensucikan siapa-siapa.

Di dalam Saracamuscaya disebutkan ada 3(tiga) hal yang harus dilakukan untuk dapat membersihkan bathin kita, adalah:

  1. Tidak menginginkan sesuatu yang tidak layak atau halal. Menginginkan sesuatu milik orang lain juga merupakan hal yang dapat menimbulkan pikiran negatif misal: berpikir curang.
  2. Tidak berpikiran negatif terhadap makhluk lain.  Misal: tidak negatif thinking melihat wanita seksi, melihat orang lain sukses dll.
  3. Tidak mengingkari Hukum Karma Phala.  Memahami bahwa segala perbuatan akan menghasilkan akibat, perbuatan baik akan menghasilkan kebaikan, Perbuatan Buruk akan menghasilkan hal yang buruk.

Mensucikan Perkataan(Wacika)

Terdapat empat macam perbuatan melalui perkataan yang patut di kendalikan, yaitu:

1. Tidak suka mencaci maki.
2. Tidak berkata-kata kasar pada siapapun.
3. Tidak menjelek-jelekan, apalagi memfitnah makhluk lain.
4. Tidak ingkar janji atau berkata bohong.

Demikianlah disebutkan dalam Sarasamuscaya; kiranya jelas bagi kita bahwa betapa sebetulnya semua tuntunan praktis bagi pensucian batin telah tersedia. Kita harus dapat menerapkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Mensucikan Perbuatan (Kayika)

Terdapat tiga hal utama yang harus dikendalikan, yaitu:

1. Tidak menyakiti, menyiksa, apalagi membunuh-bunuh makhluk lain.
2. Tidak berbuat curang, sehingga berakibat merugikan siapa saja.
3. Tidak berjinah atau yang serupa itu.

Implementasi Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari sangat nyata hasilnya untuk mencapai keadaan harmonis dalam diri sendiri maupun terhadap orang lain.

**Diolah dari berbagai sumber.

Advertisements

2 responses to “Implementasi Tri Kaya Parisudha

  1. Pingback: Implementasi Tri Kaya Parisudha | Kalender Bali

  2. Pingback: Tri Kaya Parisudha dan Bagaimana Melakukannya Sehari-hari – kusumantika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: