Advertisements

Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Tag Archives: melukat

Melukat di Pura Batu Pageh yang menawan


Pura Batu Pageh terletak di daerah Unggasan Kuta. Sekitar 50 menit dari kota Denpasar. Tidak jauh dari Pantai Pandawa dan Pantai Melasti.

Serasa ada di Gowa Lawah saat melihat langit-langit Goa yang penuh kelelawar, dan sepintas juga serasa ada di Gowa Giri Putri Nusa Penida. Itulah yang kita rasakan saat berada di dalam Goa Pura Batu Pageh. Sejenak terasa hati dan pikiran begitu tenang dan terbawa oleh keadaan sekitar yang mungkin jarang bisa di lihat di tempat lain.

Jalan menuju pura sudah sangat bagus dan juga dengan pemandangan laut yang sangat indah. Tepat di bawah pura adalah Green Bowl Beach Nusa Dua yang banyak di kunjungi wisatawan mancanegara.

Sebelum melakukan persembahyangan di Pura Batu Pageh, pertama melakukan sembahyang matur piuning di Pura Taman (diatas yang dekat parkir).

Setelah itu menuruni anak tangga sekitar 10 menit. Di pertengahan terdapat pelinggih Kepandean. Setelahnya baru sampai di Pura Batu Pageh.

Tangga yang bentuknya sangat unik dan diatasnya ribuan kelelawar membuat tangga menuju Pura Batu Pageh tampak berbeda. Setelah Pelinggih Batu Pageh agak ke dalam goa terdapat tirta pengelukatan. Disana para pemedek melukat sebelum melakukan persembahyangan di depan Pelinggih Batu Pageh.

Bagi kawan-kawan sedarma yang hendak melakukan persembahyangan ke Pura Batu Pageh, berikut ini beberapa yang mungkin bisa disiapkan :

1. Hubungi Jro Mangku disana di no HP : 081338670003
2. Membawa 3 pejati (Untuk di Pura Taman dan 2 di Pura Batu Pageh) serta canang raka dan sodaan.
3. Kadang banyak monyet disana dan sedikit kelaparan. Jadi lebih berhati2 membawa barang dll

Lokasi :
Ungasan, Kuta -Pageh
Masuk melalui Jl Goa Gong atau Jl. Bali Cliff dan cari Pura Batu Pageh / Green Bowl Beach.

Sumber: ungasan.com

Advertisements

Makna dan Mantram saat Melukat


Melukat bertujuan untuk membersihkan kekacauan simpul-simpul energi-energi negatif dari dalam diri kita dengan bantuan alam semesta. Sehingga lapisan-lapisan badan kita dibersihkan menjadi lebih segar-seimbang dan tranformasi pikiran kita juga dibersihkan menjadi lebih baik dan terang, dari rasa takut menuju ketabahan, dari kemarahan menuju welas asih, dari kebencian menuju perdamaian, dari keinginan menuju pelepasan, dari kegelapan menuju penerangan. Dimana semuanya adalah satu manunggal tanpa batas. Melukat memberikan manfaat yang sangat positif lahir dan bathin jika kita melakukannya secara tekun dan rutin, misalnya: setiap purnama dan tilem dan harus dilakukan dengan cara yang benar.

Melukat bukan cara untuk menebus dosa, perlu diingat bahwa hukum karma hanya bisa berhenti ketika kita sudah mengalami moksha [pembebasan sempurna].

Apo adyanv acarisam rasena sam agasmahi
Payasvan agna a gahi sam prayaya sam ayusa | [Rig Veda I.23.23]

Artinya: Sekarang kami menerjunkan diri ke dalam air ini, kami meleburkan diri manunggal dengan kekuatan yang mewujudkan air ini. Semoga kekuatan suci yang tersembunyi dalam air ini, menyucikan dan memberikan kekuatan suci kepada kami.

Seperti halnya alam semesta [bhuana agung], badan kita [bhuana alit] juga terbagi menjadi Tri Loka [tiga bagian].

  1. Bhur Loka pada badan kita adalah bagian pusar ke bawah sampai ujung kaki.
  2. Bvah Loka pada badan kita adalah bagian leher ke bawah sampai pusar.
  3. Svah Loka pada badan kita adalah bagian leher ke atas sampai ujung kepala.

Pada masing-masing bagian tersebut terdapat kekacauan simpul-simpul energi negatif yang ketiganya saling berhubungan satu sama lain.

  • Pada Svah Loka titik pusat simpul energi negatif-nya terletak pada wilayah dahi, yang merupakan simpul energi dari kecenderungan pikiran atau persepsi pikiran kita.
  • Pada Bvah Loka titik pusat simpul energi negatif-nya terletak pada wilayah dada, yang merupakan simpul energi dari emosi dan perasaan kita, seperti misalnya : rasa sedih, rasa senang, rasa marah, rasa kecewa, dll.
  • Pada Bhur Loka titik pusat simpul energi negatif-nya terletak pada wilayah antara kemaluan dan dubur, yang merupakan simpul energi dari kecenderungan binatang kita, seperti misalnya : tidak ada sifat welas asih, tega, kejam, serakah, mementingkan diri sendiri, penuh nafsu keinginan, suka berkelahi, bertengkar, iri hati, dll.

Sangat penting dalam proses pembersihan ini, seluruh bagian dari badan, termasuk bagian yang tersembunyi, semuanya harus berinteraksi langsung dengan air tanpa halangan. Itulah sebabnya dilakukan tanpa busana. Karena hanya dengan badan yang sepenuhnya terbuka, disana seluruh kekacauan simpul-simpul energi negatif yang ada pada ketiga loka pada lapisan-lapisan badan kita akan dibersihkan secara menyeluruh. Sehingga proses pembersihan ini efektif, dimana energi suci alam semesta terdistribusi dengan baik, dapat lebur menyatu dengan keseluruhan lapisan badan fisik dan lapisan badan halus kita.

Mantram saat melukat:

Om sarira parisudhamàm swàha

Artinya: Om Hyang Widhi, Semoga badan fisik dan badan pikiran hamba menjadi suci.

Kalau melukat di mata air, ucapkan mantram tersebut di setiap pancuran [masing-masing] sebelum kita membasahi rambut, membersihkan seluruh bagian badan dan sebelum meminum airnya tiga kali. Kalau melukat di campuhan atau laut, ucapkan mantram tersebut sama juga sebelum kita membersihkan diri, tapi tidak usah meminum airnya. Lebih baik lagi kalau proses melukat ini [terutama di mata air dan campuhan], kita lakukan juga sambil mandi dan keramas [dengan sabun dan shampoo].

Jalasena–abhi sincata
Jalasena-upa sincata | [Atharva Veda VI.57.2]
Artinya: Mandilah [mandi seperti biasa] dan basahi seluruh bagian tubuh [semua bagian tubuh terkena air langsung] yang dipengaruhi [penyakit dan energi negatif] di dalam air suci.

**artikel diolah dari berbagai sumber

 

Tata Cara Melukat


Sebelum melakukan upacara melukat ada baiknya untuk membersihkan badan jasmani dan rohani. Analogi yang mungkin mendekati untuk bisa menjelaskan adalah : pikiran dan badan kita ini ibarat gelas yang akan menampung energi alam dan energi alam ibarat air yang akan mengisi gelas tersebut. Semakin bersih pikiran kita dari sad ripu, semakin besar ”gelas-nya”, sehingga semakin banyak energi suci alam yang bisa ”ditampung” dan hasilnya tentu semakin baik.

Image by: koleksi pribadi. Tirtha Empul Gianyar.

Bagi orang yang merasa bathin dan kesehariannya kurang bersih. Bagi orang yang tidak-tenang, gelisah, banyak marah, banyak benci, penuh nafsu, dll, justru melukat bisa sangat membantu menetralisir energi-energi negatif di dalam diri kita. Tapi dengan catatan hal ini harus dilakukan dengan benar dan rutin, sehingga melukat dapat menjadi hal yang sangat membantu meningkatkan pertumbuhan [evolusi] jiwa kita.

Dimanapun kita melukat, sebaiknya kita sembahyang dahulu sebelum melukat. Bantennya Pejati atau jika tidak membawa Pejati cukup satu canang dan dupa. Seandainya juga tidak ada canang dan dupa, bisa kita gantikan dengan mempersembahkan Gayatri Mantram.

Apo asman matarah sundhayantu
Ghrtena no ghrtapvah punantu
Visvam hi ripram pravahanti devir
Ud id abhyah sucir a puta emi | [Rig Veda X.17.10]

Artinya: Semoga air suci berkah alam semesta ini menyucikan diri kami sehingga kami bercahaya gemerlapan. Semoga diri kami dibersihkan oleh air suci ini. Semoga air suci ini melenyapkan segala kekotoran kami. Kami akan bangkit [dari kegelapan] dan memperoleh kesucian darinya.

Dalam Veda ada berbagai mantra untuk persembahyangan sebelum melukat. Seandainya kita tidak hafal, persembahyangan bisa kita mulai dengan melafalkan Gayatri Mantram. Setelah itu kita mohon kepada Hyang Acintya dan dewa-dewi yang berstana disana, agar melalui penglukatan tersebut badan dan pikiran kita dibersihkan dari segala energi negatif. Khusus untuk di laut, kita mohonkan kepada Hyang Acintya dan Hyang Baruna [Dewa Varuna].

Setelah selesai melukat sebaiknya kita kembali sembahyang [Gayatri Mantra] atau sama baiknya juga kalau kita melakukan meditasi.

Semoga bermanfaat.

%d bloggers like this: