Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Kiamat Dalam Pandangan Hindu


Banyak teori-teori hari kiamat kita temui dari berbagai media, internet khususnya. Bahkan salah satu teori menyebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun ini. Dongeng hari kiamat beredar dengan banyak versi mulai dari sebuah planet misterius yang akan menghantam bumi sampai akan adanya badai matahari yang dahsyat. Dalam pandangan agama-agama rumpun yahudi(abrahamic religions) istilah kiamat sangat populer sebagai hari hancurnya alam semesta beserta seluruh isinya tanpa terkecuali.

Dalam agama Hindu tak dikenal istilah hari kiamat seperti yang dikenal oleh rumpun agama-agama Abrahamistik. Tetapi setiap penciptaan selalu ada awal dan juga akhir (stiti, utpeti, pralina). Agama Hindu mengenal istilah Mahapralaya. Dalam Upanisad dianalogikan Tuhan mencipta dan mengakhiri ciptaannya seperti laba-laba yang menebar dan menarik jaring-jaring dari dan ke badan-Nya. Semuanya berjalan sesuai hukum alam. Ini berarti kelahiran dan kematian (musnah) bisa terjadi kapanpun sesuai dengan hukum alam. Dan ini terjadi berulang-ulang.

Pralaya merupakan sinonim dari Samhara, satu dari 5 fungsi Siwa. Pralaya (Sanskrit) artinya adalah berakhir, menyerap kembali alam di akhir jaman/kalpa; penghancuran dan Mati.

Pralaya di terminologi Hindu:

  • Pertama. Nitya pralaya berarti tidur, arti yang lebih luasnya adalah mati, terjadinya kematian tubuh.
  • Kedua. Laya atau Yuga Pralaya, di akhir Maha Yuga (4 yuga), terjadinya banyak sekali kematian (misalnya perang, gempa dll).
  • Ketiga. Mavantara Pralaya, terjadi di setiap mavantara, jadi sebanyak 14 mavantara, berupa banjir besar yang mendahului adanya Manu ‘manusia’.
  • Kempat. Dina (hari) Pralaya atau Naimittik Pralaya atau pralaya, terjadi di akhir kalpa (1 hari penuh Brahma = 1000 Maha yuga), hancurnya semesta, sorga dan neraka (3 dunia: bhur, bhuwah, swaha).
  • Kelima. Mahapralaya, terjadi di akhir Maha Kalpa (100 Kalpa), atau di akhir usia Brahma, di mana 14 Dunia, 5 elemen (tatwa) 3 sifat (triguna) musnah. Jadi seluruh Brahmanda (telur yang mengembang, semesta dan segala isinya termasuk para deva) diserap kembali oleh Brahman.
  • Keenam. Aatyantika Pralaya, ‘tercapainya perjalanan jiwa lepas dari roda samsara’, khusus arti yang ini, maka waktu terjadinya adalah relatif.
  • Ketujuh. Filosofi Samkya menyatakan bahwa pralaya berarti ‘kosong, tiada apapun, keadaan yang dicapai ketiga triguna (satwam, rajas, tamas) berada pada kondisi yang seimbang, arti no 6 ini merupakan sinonim dari no 5. Waktu terjadinya adalah relatif.

Jadi sejarah bumi saat ini berada di jaman Kaliyuga ke-28 pada tahun Brahma ke 51. Jaman Kaliyuga ini di mulai pada Februari 3102 SM (Manusmrithi 1:64-80; Surya Sidhantha 1:11-23) dan berakhir di 432.000 tahun kemudian.

Dalam ilmu fisika modern Letak matahari diperkirakan 150.000.000 kilometer jauhnya dari bumi. Sinar matahari akan sampai ke bumi dalam waktu 8 menit 20 detik. Para fisikawan telah menghitung energi matahari yang dipancarkan sama dengan 5,7×1000.000.000.000.000.000.000.000.000 kalori per menit dan mampu menyala selama 50 miliar tahun. Dengan demikian, waktu menyala bagi matahari juga terbatas dan pada suatu hari nanti, matahari tidak akan bersinar lagi.

Advertisements

6 responses to “Kiamat Dalam Pandangan Hindu

  1. Darta August 13, 2012 at 10:02 pm

    infonya pas mantap. Mari popularkan istilah2 dalam Hindu. Agar makin akrab ditelinga kita. Santhi

    • admin August 13, 2012 at 10:15 pm

      suksma, sampun berkunjung :-)

  2. jack September 27, 2012 at 2:26 pm

    kalian sesungguhnya tidak tahu, karena hari kiamat itu akan terjadi dan tidak ada keraguan padanya…

    • admin October 3, 2012 at 4:58 am

      Bung Jack, terima kasih sudah mampir.. kami memiliki istilah lain tentang apa yang dimaksud kiamat,dan kami tidak meragukannya.

  3. nusantara jaya May 29, 2015 at 1:09 pm

    Luar biasa, kiamat atau Pralaya adalah fenomena alami yang harus terjadi untuk mengembalikan kemurnian alam semesta yang telah rusak oleh keangkaramurkaan dan keserakahan manusia. Untuk iti janganlah takut, janganlah memikirkan masa lalu, jangan pula memikirkan masa depan, pikirkanlah masa kini untuk berbuat kebaikan demi masa depan yang lebih baik dan berbahagialah

    • admin May 30, 2015 at 1:43 am

      Om Swasty astu
      Terima kasih telah berkungjung di paduarsana.com
      Masa lalu adalah kenangan, Masa depan adalah misteri. dan masa kini adalah anugerah. berbuatlah dijalan Dharma.
      Rahayu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: