Advertisements

Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Tag Archives: saraswati

Perayaan Nyepi 2018


Nyepi Tahun 2018 menjadi hari Raya Nyepi yang spesial mengingat jatuh bersamaan dengan Hari Raya Saraswati. Menyikapi hal ini Sabha Parisadha Hindu Dharma Indonesia melaksanakan Pesamuhan Sabha pandita. Pesamuhan ini diikuti oleh sejumlah Pandita se-Indonesia untuk membahas Hari Suci Nyepi dan Saraswati yang jatuh pada tanggal yang sama.

Nyepi 2018

Image by: BDDN

Seperti dikutip dari https://bddn.org, Beberapa hal yang menjadi keputusan Pesamuhan Sabha Pandita Nomor: 07/KEP/SP/PHDI/XII/2017 tertanggal 27 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

Pertama, dalam pelaksanaan Hari Suci Nyepi dilakukan Catur Bratha yakni Amati Karya, Amati Gni, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan. Upacara Hari Suci Saraswati tetap dilaksanakan dengan upacara (ritual) unsur karya, unsur gni dan unsur lelanguan.

Terjadinya pelaksanaan pada hari yang sama dengan suasana yang berbeda mengingat Hari Suci Nyepi bersifat Niwrtti (spiritualitas), sementara Hari Suci Saraswati bersifat Prawertti Kadharma (ritualitas) merupakan anugrah yang istimewa dan sangat utama.

Kedua, pedoman pelaksanaan hari suci tersebut sebagai berikut:

Perayaan Hari Suci Saraswati dan upakara yadnya dilakukan harus selesai pada pukul 06.00 waktu setempat pada Hari Sabtu tanggal 17 Maret 2018. Dalam pelaksanaan Puja Saraswati dan Upacara Tawur Sasih Kesanga sehari sebelum hari Nyepi, setiap desa atau panitia wajib melibatkan Pandita/Sadhaka di wilayah propinsi, kabupaten/kota, Kecamatan atau Desa secara profesional. Pelaksanaan Hari Suci Nyepi dengan Catur Bratha-nya dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2018 mulai pukul 06.00 sampai dengan tanggal 18 Maret 2018 pukul 06.00 waktu setempat.

Umat Hindu Indonesia wajib melaksanakan dharma santhi sebagai rangkaian akhir perayaan Hari Suci Nyepi yang dikoordinir oleh Parisada setempat bekerja sama dengan lembaga keagamaan/keumatan masing-masing daerah.

Selamat Hari Raya Nyepi 2018 & Hari Raya Saraswati.

Advertisements

Tattwa, Susila dan Upacara Hari Raya Saraswati


Saraswati terdiri dari kata: Saras yang berarti sesuatu yang mengalir, dan “kecap” atau ucapan. Wati berarti memiliki, mempunyai. Jadi, Saraswati berarti yang mempunyai sifat, mengalir dan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.

Istilah Yang Berhubungan dengan Saraswati:

  1. Dalam ajaran Tri Murti menurut Agama Hindu, Sang Hyang Saraswati adalah Saktinya Sang Hyang Brahman.
  2. Sang Hyang Saraswati adalah Hyang Myangning Pangaweruh.
  3. Aksara merupakan satu-satunya Lingga Stana Sang Hyang Saraswati.
  4. Odalan Saraswati jatuh pada Hari Saniscara(Sabtu) Umanis, Wara Watugunung merupakan hari pemujaan turunnya ilmu pengetahuan oleh umat Hindu.

Ethika dalam perayaan Hari Raya Saraswati:

  1. Pemujaan Saraswati dilakukan sebelum tengah hari.
  2. Sebelum perayaan Saraswati, tidak diperkenankan membaca atau menulis.
  3. Bagi yang menjalankan “Brata Saraswati” tidak diperkenankan membaca dan menulis selama 24 jam.
  4. Dalam mempelajari segala “pangeweruh” selalu dilandasi dengan hati “Astiti” kepada Hyang Saraswati, termasuk dalam hal merawat perpustakaan.

Upakara: Semua pustaka-pustaka keagamaan dan buku-buku pengetahuan lainnya termasuk alat-alat pelajaran yang merupakan “Lingga Stana Hyang Saraswati” dilakukan ditempat yang layak. Adapun Upacara/upakara Saraswati sekurang-kurangnya: Banten Saraswati, Sodaan Putih-Kuning dan canang selengkapnya. Tirta yang dipergunakan hanya tirta Saraswati, diperoleh dengan jalan memohon ke hadapan Hyang Surya sekaligus merupakan tirta Saraswati, di tempat lingga Saraswati masing-masing.

Pelaksanaan upacara Saraswati didahului dengan menghaturkan penyucian, ngayabang aturan, muspa kemudian matirtha. Banyupinaruh(pina wruh) jatuh sehari setelah hari raya Saraswati yaitu Redite Paing Sinta. Umat Hindu melakukan asuci laksana(mandi, keramas, dan berair kumkuman). Selanjutnya dihaturkan labaan nasi pradnyan, jamu sad rasa dan air kumkuman. Setelah diaturkan pasucian/kumkuman labaan dan jamu, dilanjutkan dengan nunas kumkuman, muspa, matirtha nunas jamu dan labaan Saraswati/nasi pradnyan barulah upacara diakhiri.

Pedoman kepustakaan dalam hubunganya dengan Saraswati antara lain:

  1. Tutur Aji Saraswati
  2. Sundarigama
  3. Medangkemulan
  4. Purwaning Wariga
%d bloggers like this: