Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Tag Archives: raja yoga

Pembagian Tri Hita Karana


Parhyangan

Parhyangan dilaksanakan dengan pemujaan dan penghormatan sebagai wujud kesadaran dan bhakti kepada Tuhan dan paham posisinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ada berbagai cara/jalan untuk bisa mencapai suatu tingkat hubungan maksimall dengan Tuhan, antara lain:

Bhakti Yoga

Bhakti Yoga merupakan kasih pada Tuhan yang sejati dan murni, pencarian yang diawali, dilanjutkan dan diakhiri dalam kasih sayang. Seorang yang dihinggapi kasih sayang yang ekstrim terhadap Tuhan, akan membawa pada kebebasan abadi. Dalam penjelasan aphorismanya tentang bhakti, Narada menyatakan,

  • Bhakti adalah kasih sayang yang mendalam kepada Tuhan.
  • Bila seseorang mendapatkannya, ia akan menjadi terpuaskan selamanya.
  • Kasih sayang ini tak dapat dikurangi terhadap keuntungan duniawi apapun.

Jalan yang paling sederhana dalam kehidupan adalah cinta kasih dan pengabdian(bhakti yoga). Di sini Tuhan diwujudkan sebagai penguasa yang maha penyayang, sebagai ayah, ibu, kakak, kawan, tamu dan sebagainya. Orang yang melaksakan ini menginginkan kebahagiaan rohani(svasti), ia memohon pertolongan Tuhan yang memiliki rahmat(sam), perlindungan(sarman),bantuan(avas),belas kasih(mrla), kemurahan hati(sumati),cinta kasih(vena) dan sebagainya.

Tuhan adalah sosok penyelamat(trata), Maha pengampun(mardita),pelindung(avita). Semangat dari Bhakti Marga telah melahirkan sloka-sloka Weda yang sangat indah dan doa-doa sering menjadi syair-syair pemujan atau kidung.

Karma Marga

Karma Marga/Yoga Karma adalah Jalan untuk mencapai kesatuan atman dan Brahman melalui kerja atau perbuatan tanpa ikatan terhadap hasil, tanpa pamrih, tulus dan ikhlas, penuh dengan amal kebajikan dan pengorbanan.

Dalam Karma Marga Yoga, perbuatan dan kerja merupakan suatu pengembalian dengan melepaskan segala hasil atau buah dari segala yang dikerjakannya. Dengan melakukan amal kebajikan tanpa pamrih, secara otomatis dapat mengembalikan emosi dan melepaskan atma dari ikatan duniawi. Seorang karmin(sebutan seorang yang menjalankan karma yoga) dapat melepaskan diri dari ikatan karma wasana dan karma phalanya, terbebas dari unsur-unsur maya, sehingga mencapai kesempurnaan dan kebebasan tertinggi(moksa).

Mayi sarvani karmani sannyasyadhnyatma-cetesa

Nirasir nirmano bhutva yudhyasva vigata-jvarah

(Bhagavad-gita III.30)

Artinya: Serahkanlah pekerjaanmu kepada-Ku, miliki pengetahuan sepenuhnya tentang-Ku, bebas dari keinginan untuk keuntungan, tanpa tuntutan akan hak milik, bebas dari sifat malas, dan bertempurlah(berkarma melakukan kewajiban).

Tasmid asaktah satatam karyam karma samacara

Asakto hy acaran karma param apnoti purusah.

(Bhagavad-gita III.19)

Artinya: Bekerjalah kamu selalu, yang harus dilakukan dengan tiada terikat olehnya, karena orang mendapat tujuannya yang tertinggi dengan melakukan pekerjaan yang tak terikat olehnya.

Jnana Marga

Jnana artinya kebijaksanaan filsafat atau ilmu pengetahuan. Jnana Marga Yoga adalah jalan untuk mencapai Tuhan dengan ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan filsafat kebenaran.

Menurut Upanisad pengetahuan seorang bijaksana(Jnanin) dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu: Apara Widya dan Pari Widya. Para Widya adalah pengetahuan dalam tingkat keagungan yang suci(ajaran-ajaran suci Weda) sedangkan Pari Widya adalah pengetahuan tingkat tinggi tentang hakikat kebenaran Atman dan Brahman. Jadi Apara Widya adalah dasar untuk mencapai Pari Widya. Seorang Jnanin memiliki pengetahuan untuk mencapai kebenaran yang sempurna, dengan Wiweka(logika) yang dalam.

Duhkhesv anudvigna-manah sukhesu vigata-sprhah

vita-raga-bhaya-krodhah sthita-dhir munir ucyate

(Bhagavad-gita II.56)

Artinya: Ia yang pikirannya tidak digoyahkan bahkan di tengah-tengah tiga jenis kesengsaraan, tidak gembira pada saat bahagia, dan bebas dari ikatan, rasa takut dan amarah, disebut rsi yang mantap dalam pikirannya.

Raja Marga

Raja Marga Yoga adalah inti dari sebuah jalan yang sangat ilmiah dalam mencapai kesadaran Tuhan. Pada jalan ini Tuhan diperlakukan sebagai energi murni. Rsi Patanjali, penyusun Patanjali Yoga Sutra adalah pendiri dari tehnik yoga ini.

Patanjali menjelaskan Yoga sebagai “Citta-Vrtti-Nirodha” Yoga berarti persatuan dengan yang Tuhan atau “pembebasan”. Citta berarti pikiran, sedangkan Vrtti berarti modifikasi atau vibrasi. Nirodha berarti “penghentian, penahanan”.

Raja Yoga memeliki sebuah istilah untuk mengendalikan pikiran melalui konsentrasi pikiran pada suatu objek atau cakra dalam Istadewata.

Advertisements

Memulai Yoga


Welas asih dan kebaikan adalah titik berangkat yang terbaik untuk semua jalan yoga. Apapun jalan yoga yang kita rasa paling sesuai untuk diri kita sendiri [bhakti yoga, raja yoga, shakti yoga, dll] kita harus memulainya dengan dasar welas asih dan kebaikan. Karena tanpa pondasi dasar welas asih dan kebaikan kepada semua mahluk, semua jalan yoga bisa menyesatkan dan berbahaya.

BHAKTI YOGA
Kalau kita sering-sering bertengkar dengan orang tua, tidak cocok dengan tetangga, konflik dengan keluarga, suka bikin ribut, suka menyalah-nyalahkan orang lain, serakah, dll, itu pertanda kita “sakit” secara spiritual. Dan obat penyembuhan terbaik di jalan dharma adalah welas asih dan kebaikan kita untuk orang lain dan mahluk lain.

RAJA YOGA – Asana
Sehingga mengawali yoga, kita mulai dengan suatu tekad, kita melaksanakan yoga tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga melaksanakan yoga untuk semua mahluk. Dengan yoga bathin kita menjadi damai, tenang-seimbang dan bahagia, serta kecenderungan negatif kita seperti kemarahan, kebencian, kesombongan, dll, akan jauh berkurang.

Yoga, The goal of practicing yoga is to achieve good physical health and to attain inner peace both mentally and spiritually.

Dengan lebih sedikit marah dan benci, kita lebih sedikit melukai hati dan perasaan mahluk lain. Dengan lebih rendah hati, kita bisa menghormati orang lain dan menghormati perbedaan secara lebih baik. Dengan lebih sedikit serakah, kita lebih sedikit membuat orang lain menderita. Dengan lebih tenang-seimbang, kita lebih sedikit membunuh nyamuk dan serangga, dll-nya. Dengan kata lain, kembali ke awal, yoga kita mulai dengan suatu tekad, kita melaksanakan yoga tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi sekaligus juga untuk semua mahluk.

SHAKTI YOGA – Avadhuta Digambara
Kapan saja kita akan memulai yoga : melakukan asana dan duduk meditasi [raja yoga], sembahyang dan upakara [bhakti yoga], melaksanakan svadharma [karma yoga], menjadi pengendali energi [shakti yoga], dll, ingat baik-baik, kita melaksanakan yoga tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi sekaligus juga untuk semua mahluk. Tidak saja untuk kedamaian diri kita sendiri, tapi juga kedamaian mahluk lain.

Dengan mempraktekkan yoga, istri, anak, pembantu, dan bawahan di kantor, lebih sedikit kena marah oleh kita. Dengan mempraktekkan yoga, kita bisa menolong, membantu dan melayani orang lain dengan lebih baik.

RAJA YOGA – Dhyana [meditasi]
Jangan mempraktekkan yoga dengan tujuan untuk memperoleh uang, dikagumi, dihormati, disegani, orang nurut sama kita, mendapat pengalaman hebat atau menjadi yang hebat-hebat, dll. Karena dengan demikian semua jalan yoga bisa menyesatkan dan berbahaya.

Praktekkan-lah yoga agar kita menjadi sabar, rendah hati, penuh welas asih, dll. Karena dengan demikian kita bisa melakukan banyak kebaikan-kebaikan dan bisa membuat orang lain bahagia. Kita bisa mengurangi penderitaan para mahluk. Tidak membalas bentakan orang tua, tidak marah pada suami-istri yang marah, tidak menyakiti anak yang nakal, tidak melawan pada yang merendahkan kita, dll, itu semua sudah mengurangi penderitaan orang lain.

Karena di puncak yoga, tidak ada hal yang lain selain bathin yang tenang-seimbang, bathin yang bebas dari sad ripu serta sikap yang penuh welas asih dan kebaikan.

Terima kasih kepada:

  1. Rumah Dharma Indonesia

Artikel Terkait:

  1. Memahami Yoga
  2. Mengenal Kundalini
%d bloggers like this: