Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Doa-Doa Hindu


  • Doa Pembuka Rapat/Pertemuan :

Om Sam Gacchadwam Samwadadwam Sam Wo Manamsi Janatam Dewa Bhagam Yatha Purwe Samjanana Upasate
Om Samani Wa Akutih Samana Hrdayani Wah Samanam Astu Wo Mano Yatha Wah Susahasati
Om Ano Bhadrah Krattawoyantu Wistawah
Artinya :
Ya Tuhan, Hamba Berkumpul Di Tempat Ini Hendak Bicara Satu Dengan Yang Lain Untuk Menyatukan Pikiran Sebagaimana Halnya Para Dewa Selalu Bersatu. Ya Tuhan, Tuntunlah Kami Agar Sama Dalam Tujuan, Sama Dalam Hati, Bersatu Dalam Pikiran Hingga Dapat Hidup bersama Dalam Sejahtera Dan Bahagia. Ya Tuhan, Semoga Pikiran Yang Baik Datang Dari Segala Penjuru

  • Doa Menutup Rapat/Pertemuan :

Om Mantrahinam Kriyahinam Bhaktihinam Maheswara, Yad Pujitan Mahadewa Paripurnam Tad Astu Me
Ayuwrdhir Yasowridhih Wridhih Pradnyasukhasriyam Dharma Santana Wrdhisca Santu Te Sapta Wrdhayah
Om Dirghayur Nirwighna Sukha Wridhi Nugrahakam
Artinya :
Oh Iswara Yang Agung, Mantra Kami Tiada Sempurna, Perbuatan Kami Tiada Sempurna Pula. Karena Itu Kami Memujamu, Oh Iswara Yang Agung, Semoga Kami Dikaruniai Kesempurnaan (Di Dalam Melakukan Tugas)
Oh Sanghyang Widhi Wasa, Berkahilah Kami Dengan Tujuh Perpanjangan : Hidup Lama, Nama Harum, Ilmu Pengetahuan, Kebahagiaan, Kesejahteraan, Kepercayaan, Dan Putera-Putera Utama (Sebagai Generasi Perjuangan Bangsa)
Oh Sanghyang Widhi Wasa, Semoga Kami Sukses Tanpa Halangan Dan Memperoleh Kebahagiaan Atas Anugerahmu.

  • Doa Para Pedagang :

Om a Wiswani Amrta Saubhagani
Artinya :
Ya Tuhan, Semoga Engkau Menganugrahkan Segala Keberuntungan Yang Memberikan Kebahagiaan Kepada Kami.

  • Doa Saat Sakit / Mohon Perlindungan Menghilangkan Kegelisahan :

Om Trayam Bhakam Ya Jamahe Sughamdin Pusthi Wardhanam Uhrwaru Kham Iwa Bhandhanat Mrityor Mukhsya Mamritat
Artinya :
Oh Sanghyang Widhi Wasa, Yang Maha Mulia. Kami Memujamu, Hindarkanlah Kami Dari Keraguan Ini. Bebaskanlah Kami Dari Belenggu Dosa, Bagaikan Mentimun Lepas Dari Tangkainya, Sehingga Kami Dapat Bersatu Denganmu.

  • Doa Menghilangkan Rasa Takut :

Om Om Jaya Jiwat Sarira Raksan Dadasime
Om Mjum Sah Waosat Mrityun Jaya Namah Swaha
Artinya :
Oh Sanghyang Widhi Wasa Yang Maha Jaya Yang Mengatasi Segala Kematian Kami Memujamu. Lindungilah Kami Dari Marabahaya.

  • Doa Menghindari Malapetaka :

Om Sarwa Papa Winasini Sarwa Roga Wimocane Sarwa Klesa Winasanam Sarwa Bhogam Awapnuyat
Om Srikare Sapa Hut Kare Roga Dosa Winasanam Siwa Lokam Mahayaste Mantra Manah Papa Kelah
Artinya :
Oh Sanghyang Widhi Wasa, Terimalah Segala Persembahan Kami. Engkau Musnahkan Segala Malapetaka. Engkau Bebaskan Segala Derita, Dan Engkau Jauhkan Segala Penyakit
Oh Sanghyang Widhi Wasa, Engkau Yang Dipuja Sebagai Penguasa Alam Semesta, Engkau Menjiwai Inti Segala Mantra, Bebaskanlah Segala Dosa Dan Derita, Serta Tuntunlah Kami Ke Jalan Yang Benar.

  • Doa Resepsi Pengantin :

Om Iha Iwa Stam Ma Wi Yaus Tam Wiswam Ayur Wyasnutam Kridantau Putrair Naptrbhih Modamanau Swe Grhe
Artinya :
Ya Tuhan, Anugerahkanlah Kepada Pasangan Pengantin Ini Kebahagiaan, Keduanya Tiada Terpisahkan Dan Panjang Umur. Semoga Penganten Ini Dianugerahkan Putera Dan Cucu Yang Memberikan Penghiburan, Tinggal Di Rumah Yang Penuh Kegembiraan

  • Doa Mohon Ketenangan Rumah Tangga:

Om Wisowiso Wo Atithim Wajayantah Purupriyam Agnim Wo Duryam Wacah Stuse Susasya Manmabhih
Artinya :
Ya Tuhan, Engkau Adalah Tamu Yang Datang Pada Setiap Rumah. Engkau Amat Mencintai Umatmu. Engkau Adalah Sahabat Yang Maha Pemurah. Perkenankanlah Hamba Memujamu Dengan Penuh Kekuatan, Dalam Ucapan Maupun Tenaga Dan Dalam Lagu Pujian

  • Doa Kelahiran Bayi :

Om Brhatsumnah Prasawita
Om Brhatsumnah Prasawita Niwesano Jagatah Sthaturub Hayasya Yo Wasi Sano Dewah Sawita Sarma Yaccha Twasme Ksayaya Triwarutham Amhasah
Artinya :
Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang Memberi Kehidupan Pada Alam Dan Menegakkannya. Ia Mengatur Yang Bergerak Maupun Yang Tidak Bergerak Semoga Ia Memberi Rahmatnya Kepada Kami Untuk Ketentraman Hidup Dengan Kemampuan Untuk Menghindari Kekuatan Yang Jahat.

  • Doa Ulang Tahun Kelahiran :

Om Dirgayurastu Tad Astu Astu Swaha
Artinya :
Oh Sanghyang Widhi Wasa Semoga Bahagia Dan Panjang Umur Atas Karuniamu

  • Doa agar terhindar dari bahaya :

Om Om Asta Maha BayayaOm Sarwa Dewa, Sarwa Sanjata, Sarwa Warna Ya Namah,Om Atma Raksaya, Sarwa Satru, Winasaya Namah Swaha.

Artinya :Oh Sanghyang Widhi Wasa Penakluk Segala Macam Bahaya Dari Segala Penjuru, Hamba Memujamu Dalam Wujud Sinar Suci Dengan Beraneka Warna Dan Senjata Yang Ampuh. Oh Sanghyang Widhi Wasa Lindungilah Jiwa Kami. Semoga Semua Musuh Binasa

  • Doa Sebelum Tidur :

Om Asato Ma Sat Gamaya, Tamaso Ma Jyotir Gamaya Mrityor Mamritan Gamaya
Artinya :
Oh Sanghyang Widhi Wasa, Tuntunlah Kami Dari Jalan Sesat Ke Jalan Yang Benar, Dari Jalan Gelap Ke Jalan Yang Terang Hindarkan Kami Dari Kematian Menuju Kehidupan Sejati

Upacara Melasti


melasti

Image By: Bali Express

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi umat Hindu Bali melakukan upacara melasti. Apa sesungguhnya makna melasti? Dosen IHDN Denpasar I Ketut Wiana mengatakan dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala disebutkan “Melasti ngarania ngiring prewatek Dewata, anganyutaken laraningjagat, papa kiesa, letuhing bhuwana”. Maksudnya: melasti meningkatkan bakti kepada para dewata manifestasi Tuhan, agar diberi kekuatan untuk menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa atau kekotoran diri dan kekotoran alam semesta.

image by: anacaraka

image by: anacaraka

Tujuan upacara melasti seperti yang tersurat dalam lontar Sundarigama adalah “ngamet sarining amertha kamandalu ring telenging segara”, artinya: mengambil sari-sari kehidupan yang disebut tirtha kamandalu (air sumber kehidupan) di tengah samudera. “Ngiring prawatek dewata” dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala itu mengandung makna bahwa ciri utama orang beragama adalah berbakti kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widi). Dalam konteks itu, umat diharapkan mampu menguatkan daya spiritual untuk menajamkan kecerdasan intelektual. Hal itu dijadikan dasar untuk menguatkan kepekaan emosional dan melahirkan kepedulian sosial. Anganyutaken laraning jagat artinya, dengan kuatnya srada dan bakti kepada Tuhan, kepedulian sosial ümat bisa meningkat, Anganyutaken papa klesa maksudnya agar umat termotivasi untuk mengatasi lima kekotoran individu yang disebut panca klesa awidya, asmita, raga, dwesa dan abhiniwesa. Sedangkan anganyutaken letuhing bhuwana maksudnya melalui ritual melasti umat diharapkan termotivasi untuk menghilangkan kebisaan buruk merusak sumber daya alam. Jika kebiasaan buruk ini terus dibiarkan, alam akan rusak (letuhing bhuwana) yang pada gilirannya manusia akan menderita.

Ketua Parisada Bali Dr. IGN Sudiana mengatakan melasti berasal dari kata lasti. yang artinya menuju air. Dalam konteks prosesi melasti, umat bisa mendatangi segara (laut), danau dan campuan (pertemuan dua buah sungai). Tujuannya, nunas tirta amertha dan menghanyutkan kekotoran dunia. Melasti “ngarania ngiring prewatekan pralingga Ida Batara ke telengin samudera angamet tirta amerta (tirta sanjiwani), anganyutaken laraning jagat, paklesa letuhing bhuwana”. Artinya, umat ngiring Ida Batara ke segara mengambil Tirta Amerta dan menghanyutkan segala penderitaan umat, segala sesuatu yang menyebabkan dunia atau alam semesta ini kotor. Tirtha yang telah diambil itu kemudian digunakan dalam upacara Panca Bali Krama. Secara simbolik sesungguhnya umat diingatkan untuk selalu membenahi diri supaya menjadi lebih baik, dengan menghilangkan atau menghanyutkan perilaku atau sifat-sifat buruk yang melekat dalam diri. Jadi, dalam konteks Panca Bali Krama, umat diingatkan melakukan introspeksi diri misalnya, selama kurun waktu 10 tahun ke belakang, sudahkah ada perbaikan-perbaikan dalam diri? Demikian pula selama kurun waktu itu, sudähkan umat menjaga atau memperlakukan alam semesta ini dengan baik? Melalui introspeksi seperti itu diharapkan ke depan muncul perbaikan-perbaikan perilaku, sehingga terjadi keharmonisan. Pun, melalui upacara pamahayu jagat ini diharapkan keharmonisan alam beserta isinya tetap terjaga.

**I Ketut Wiana | Dosen IHDN, Denpasar

Daksina: Makna, Filosofi dan Cara Membuatnya


Kita tentu tidak asing dengan daksina, setiap upacara besar misalnya Odalan kita selalu melihat adanya daksina bersama rangkaian banten lainnya. Apa itu daksina? Daksina merupakan tapakan Hyang Widhi dalam berbagai manifestasi-Nya dan merupakan perwujudan-Nya. Dalam lontar Yadnya Prakerthi Daksina disebut sebagai perlambang Hyang Guru / Hyang Tunggal dimana kedua nama tersebut adalah nama lain dari Dewa Siwa manifestasi Hyang Widhi.

Daksina, terdiri dari bahan pokok sebagai berikut:

1. Pesel-peselan.
2. Gegantusan.
3. Sebutir telur.
4. Satu tampelan.
5. Satu kojong lagi diisi irisan pisang mas dan tebu.
6. Benang tukelan putih di atas kelapa.

Berdasarkan kegunaannya, Daksina terdiri dari:

Daksina Alit
Isinya adalah satu porsi dari masing- masing unsur, banyak sekali dipergunakan, baik sebagai pelengkap banten yang lain, maupun berdiri sendiri sebagai banten tunggal.
Daksina Pekala-kalaan
Isi daksina dilipatkan dua kali dengan ditambah dua tingkih dan dua pangi. Digunakan pada waktu ada perkawinan dan untuk upacara bayi / membuat peminyak-penyepihan.
Daksina Krepa
Daksina yang isinya dilipatkan tiga kali. Kegunaannya lebih jarang, kecuali ada penebusan oton / menurut petunjuk rohaniwan atau sesuai petunjuk lontar khusus misalnya guna penebusan oton atau mebaya oton.
Daksina Gede, Daksina Galakan atau Pemopog
Isinya dilipatkan 5 (lima) kali, juga dilengkapi dengan tetandingan-tetandingan yang lain yaitu:
Dasar tempat daksina sebuah sok yang berisi srobong dan pada dasarnya diberi tetampak taledan bundar. Masukkan :

  • 5 x coblong beras
  • 5 butir kelapa yang di atasnya berisi benang putih tukelan kecil
  • 5 kojong tampelan letakkan berkeliling
  • 5 kojong pesel-peselan
  • 5 kojong gegantusan
  • 5 kojong tebu
  • 5 kojong pisang
  • 1 cepér berisi 5 buah pangi
  • 5 buah kemiri (tingkih)
  • 1 cepér berisi 5 butir telur bébék
    Sampiyannya : basé ambungan (kekojong dari janur berisi basé lembaran dan sampiyan sreyok)

Cara membuat Daksina: Ingin belajar membuat daksina? Video dibawah ini akan menjelaskan bagaimana cara membuat Daksina.