Advertisements

Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Category Archives: Tirta Yatra

Pura Agama Hindu di Nusantara(1)


Keberadaan pura disuatu tempat perantauan menjadi hal yang sangat penting bagi umat Hindu, sebagai agama minoritas pura diharapkan sebagai tempat bertemunya umat sedharma dari berbagai daerah untuk bersosialisasi dan belajar banyak hal. Berikut adalah daftar Pura yang saya kelompokan berdasarkan daerah, mudah-mudahan bermanfaat bagi umat Hindu yang hendak melakukan tirta yatra:

Pura disekitar D.I Jogjakarta:

No Nama Pura Lokasi/Alamat
1 BHAKTI AGUNG Gudang, Kampung, Ngawen, Gunungkidul
2 BHAKTI DHARMA Tegalrejo, Beji, Ngawen, Gunungkidul
3 BHAKTI WIDHI Bendo, Beji, Ngawen, Gunungkidul
4 DERPO KUSUMO Ngepoh, Planjan, Saptosari, Gunungkidul
5 DHAKSINA MURTI Tegaltapen, Tirtosari, Kretek, Bantul
6 DHARMA BHAKTI Sumber, Planjan, Saptosari, Gunungkidul
7 DHARMA JATI Ngelo, Beji, Ngawen, Gunungkidul
8 DHARMA SANTI Sumberwatu, Prambanan, Sleman
9 EKA BHAKTI Pucung, Planjan, Saptosari, Gunungkidul
10 EKA DHARMA Gonjen, Tamantirto, Kasihan, Bantul
11 GADUNG MLATHI Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul
12 GIRI NATHA Gading, Playen, Gunungkidul
13 JAGAD NATHA Plumbon, Banguntapan, Bantul
14 KARANG GEDE Karanggede, Pendowoharjo, sewon, Bantul
15 MAHA MERU Pengos, Giring, Paliyan, Gunungkidul
16 NGESTHI BERATHA DHARMA Gununggambar, Kampung, Ngawen, Gunungkidul
17 PADMA BHUANA SARASWATI Jln. Mawar Baciro No.2 Yogyakarta
18 PODOWENANG Kaliwaru, Kampung, Ngawen, Gunungkidul
19 SANGGAR PEMUJAAN Soman Kalasan, Sleman
20 SANGGAR PEMUJAAN Greges Donotirto, Kretek, Bantul

Pura Hindu disekitar Tanggerang, Banten.

No Nama Pura Lokasi/Alamat
1 Gurudwara Guru Nanak Jl. Merpati Raya No. 130 Kampung Sawah Ciputat Tangerang
2 Kuil Dharma Kalsa Jl.Wana Mulya No.29 Karang Tengah Kota Tangerang
3 Kuil Durgha Maa Jl. Imam Bonjol Gg.Bidong No.53 Karawaci Rt.04/03 Tangerang 15115
4 Kuil Shri Bathra Kali Amman Komplek Puri Metropolitan Blok B3 Jl. Krisan No. 11 Kel. Gondrong Cipondoh Kota Tangerang
5 Parahyangan Jagat Guru Komplek Pajak, Jl. Kasuari II No.2 Cipadu Tangerang
6 Pura Dharma Sidhi Karya Jl.Pasraman II Kav.Komplek P &K Parung Serab, Ciledug Tangerang
7 Pura Eka Wira Anantha Kesatrian Gatot Subroto Komplek Kopassus Group I Taman Serang Barat
8 Pura Giri Kirthi Komplek Pajak, Jl. Kasuari II No.2 Cipadu Tangerang
9 Pura Kertajaya Jl. KS.Tubun Nomor 108 belakang Pasar Baru Tangerang
10 Pura Parahyangan Jagat Guru Jl. Sedap Malam II Kav.Ac No.25 Puspita Loka BSD Tangerang
11 Pura Merta Sari Jl.Kenikir No.23 Desa Rengas Ciputat Tangerang
Advertisements

Pura Pusering Jagat


Salah satu Pura Kahyangan Jagat lainnya di Bali adalah Pura Pusering Jagat. Terletak di Desa Pejeng, Tampak Siring, Gianyar. Pura Pusering Jagat memiliki arti yang penting di Bali dan merupakan tempat sthana(bersemayam) Dewa Siwa.
Dalam lontar-lontar kuna, Pura Pusering Jagat juga dikenal sebagai Pura Pusering Tasik atau pusatnya lautan. Penamaan itu akan mengingatkan masyarakat Hindu kepada cerita Adi Parwa yang mengisahkan perjuangan para dewa dalam mencari tirtha amertha (air kehidupan) di tengah lautan Ksirarnawa.

Di pura ini terdapat arca-arca yang menunjukkan bahwa pura ini adalah tempat pemujaan Siwa seperti arca Ganesha (putra Siwa), Durga (sakti Siwa), juga arca-arca Bhairawa. Ada juga arca berbentuk kelamin laki-laki (purusa) dan perempuan (pradana). Dalam ajaran Hindu, Purusa dan Pradana ini adalah ciptaan Tuhan yang pertama. Purusa adalah benih-benih kejiwaan, sedangkan Pradana benih-benih kebendaan. Pertemuan Purusa dan Pradana inilah melahirkan kehidupan dan harmoni.

Di pura ini juga terdapat peninggalan kuno berbentuk bejana yang disebut sangku sudamala yang melambangkan limpahan air suci untuk kehidupan. Di dalam sangku sudamala ini terdapat gambar yang menandakan angka tahun Saka 1251.

Pangempon Pura Pusering Jagat terdiri atas dua kelompok yakni pangempon dan penanga. Pengempon terdiri atas empat banjar yaitu: Banjar Intaran, Banjar Pande, Banjar Puseh dan Banjar Guliang. Sedangkan penanga sebanyak kurang lebih 137KK yang berasal dari Desa Adat Jero Kuta dan sekitar 100 KK berasal dari luar Jero Kuta seperti Pejeng Kangin dan Pejeng Kelod. Adapun upacara yang diselenggarakan di pura ini berupa aci panyabran, aci piodalan/padudusan alit dan aci piodalan/padudusan agung. Padudusan alit diselenggarakan setiap 210 hari bertepatan dengan Anggara Kasih Wara Medangsia dan Padudusan Agung digelar setiap satu tahun sekali bertepatan dengan Purnamaning Karo yang bisanya jatuh sekitar Agustus.

Pura Lempuyang


Pura Lempuyang Luhur terletak di Bukit Gamongan, pada puncak bukit Bisbis atau Gunung Kembar di desa Purahayu, kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Terletak lebih kurang 22km dari Kota Amlapura, kearah utara melewati Tirtagangga menuju Desa Ngis di Kecamatan Abang, kemudian membelok ketimur menuju Desa Purahayu. Kendaraan bermotor hanya bisa sampai di Desa Ngis, selanjutnya kita akan berjalan kaki menuju Desa Purahayu dan kemudian berjalan diatas bukit menuju Pura yang berada di puncak bukit Bisbis, waktu tempuh kurang lebih 3 jam.

Menurut Upadeca, bila dihubungkan dengan “Pura-Pura” Sad Kahyangan di Bali, maka Pura Lempuyang Luhur adalah termasuk salah satu dari lima Pura Kahyangan Jagat lainnya. Pura Lempuyang Luhur adalah kedudukan Dewa Içwara dan terletak di ufuk Timur penjuru mata angin di Bali. Hal ini dapat dihubungkan dengan Dewa Nawa Sanga beserta tempatnya dan senjatanya masing-masing. Jadi jelaslah bahwa Pura Lempuyang Luhur adalah sebagai penjaga/pemelihara arah sebelah timur dengan dewa Içwara sebagai manefestasi Sang Hyang Widhi Wasa.
Adapun dewa yang dipuja adalah Bethara Agnijaya (Hyang Gnijaya) sebagai manefestasinya Hyang Widhi, oleh karena Bhtara Agnijaya disejajarkan fungsi serta peranannya dengan Brahma, Wisnu, Indara dan Shambu maka dapatlah dimengerti bahwa Bhatara Agnijaya adalah identik dengan Içwara yaitu Dewa Asthadhipalaka yang berada di penjuru Timur. Nama Sang Hyang Agnijaya yaitu putra dari Sang Hyang Parameçwara (maksudnya sebagai manefestasi dari Hyang Widhi) juga ada disebutkan di dalam Lontar DewaPurana Bangsul. Pura-Pura yang berada di Bukit Gamongan yang ada hubungannya dengan Pura Lempuyang Luhur adalah Pura Desa Purahayu, Pura Telaga Mas dan Pura Pasar Agung.

Pengemong Pura Lempuyang Luhur adalah seluruh anggota”krama Desa” dari Desa Purahayu, sedangkan penyungsungnya adalah segenap masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Masyarakat Hindu di pulau Lombok termasuk umat Hindu di seluruh Indonesia serta masyarakat Tionghoa di Bali. Upacara Piodalan Pura Lempuyang Luhur jatuh pada hari Kamis Umanis wuku dungulan atau Umanis Galungan yakni setiap enam bulan bali sekali (210 hari). Adapun urutan upacara piodalan pada Pura Lempuyang Luhur adalah sama dengan upacara pada Pura Sad Khayangan lainnya.

Dari puncak Lempuyang pemandangan sangat indah, kelihatan pantai Amed dan Desa Culik, arah Timur terlihat Gunung Seraya, dan Gunung Agung pun nampak sangat indah. Tidak heran jika Pura Lempuyang juga di datangi oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

%d bloggers like this: