Advertisements

Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Daily Archives: June 27, 2012

Umat Hindu Peringati Hari Tumpek Landep


Denpasar (Antara Bali) – Umat Hindu Dharma di Bali akan menggelar ritual untuk memperingati hari “Tumpek Landep”, yakni persembahan suci yang khusus ditujukan untuk semua jenis benda yang terbuat dari besi, perak, tembaga dan jenis logam lainnya, Sabtu (30/6).

“Kegiatan ritual yang menggunakan kelengkapan sarana sesajen, rangkaian janur kombinasi bunga dan buah-buahan khusus ditujukan untuk berbagai jenis alat produksi dan aset, termasuk keris dan senjata pusaka,” kata Ketua Program Studi Pemandu Wisata Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar Dr Drs I Ketut Sumadi M.Par di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, peringatan hari Tumpek Landep itu jatuh pada hari Sabtu, 30 Juni 2012, setelah sebelumnya umat Hindu memperingati hari lahirnya ilmu pengetahuan atau Hari Saraswati pada Sabtu (16/6) dan Hari Pagerwesi (20/6).

Aset yang mendapat persembahan khusus pada hari Tumpek Landep itu antara lain aneka jenis mesin, kendaraan, sepeda motor dan alat teknologi, termasuk perangkat komputer dan televisi.

Ketut Sumadi menjelaskan, kegiatan ritual itu dilakukan di tingkat rumah tangga dengan skala besar maupun skala kecil sesuai kemampuan dari masing-masing keluarga bersangkutan.

Advertisements

Orientasi Pembinaan Agama Hindu Digelar Kemeneg Babel


Pangkalpinang (ANTARA News) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar orientasi pembinaan Agama Hindu selama tiga hari mulai Kamis (28/6) hingga Sabtu di Pangkalpinang.

“Orientasi tersebut akan diikuti sekitar 30 orang perwakilan Agama Hindu seluruh Bangka Belitung (Babel) yang bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pendalaman tentang agama,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Babel Hatamar di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, dengan pendalaman agama tersebut diharapkan masyarakat bisa menerapkan dan menyesuaikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu di wilayah yang sebagian besar merupakan warga melayu.

Di samping itu, orientasi juga dimaksudkan untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di Babel.

Ke depannya pemerintah berharap dengan berkumpulnya masyarakat di Babel yang terdiri dari berbagai agama akan memberikan kerukunan dan saling mengisi satu sama lain dan tidak menimbulkan perpecahan.

Saat ini kondisi kerukunan antarumat beragama di Babel sangat bagus dan sudah terbukti kerukunan antara ras Melayu dan China di Babel sudah terjalin sejak zaman Belanda.

“Kondisi ini menggambarkan bahwa masyarakat Babel sangat terbuka dengan umat dan warga lainnya untuk saling berbaur bersama-sama tanpa saling membedakan,” ujarnya.

Hal itu diungkapkannya terkait terjadinya perselisihan antaragama di beberapa daerah sehingga meresahkan kondisi masyarakat setempat.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah terus melakukan orientasi ke seluruh masyarakat Babel sesuai dengan agama masing-masing yang dikoordinir langsung oleh Kementerian Agama di daerah itu.

Sementara itu, untuk permasalahan agama yang muncul di daerah akan diselesaikan bersama-sama agar tidak terjadi perpecahan antarsesama. (WRA/Z002)

%d bloggers like this: