Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Tag Archives: semut sedulur

Semut Sedulur dan Kala Gotongan


Pada hakikatnya setiap hari adalah hari baik tetapi selalu saja ada sisi buruknya. Tidak ada hari baik(dewasa) yang sempurna. Dalam menentukan hari baik dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya PHDI telah mengeluarkan suatu ketentuan bahwa dalam batas waktu satu minggu(7 hari) dari meninggalkan seseorang, tanpa perlu lagi mencari “dewasa” boleh dilakukan upacara ngaben atau penguburan jenasah. Namun pada pelaksanaannya tetap saja memperhatikan ketentuan “hari tidak baik” yang harus dihindari antara lain Semut Sedulur dan Kala Gotongan.

IMG-20180620-WA0006-1.jpg

Image: Koleksi Pribadi, Ngaben di Sandakan, Petang Badung

Apa itu hari Semut Sedulur dan Kala Gotongan? ini merupakan hari-hari dimana perhitungan gabungan antara Sapta Wara dan Panca Wara menghasilkan bilangan angka “13” dan terjadi berturut-turut selama 3 (tiga) hari, hari ini dianggap sebagai hari tidak baik(pantangan) untuk melakukan upacara pitra yadnya(Ngaben/Atiwa-tiwa) sebab sesuai artinya dipercaya akan membawa akibat pada kematian yang berturut dilingkungan/braya setempat. Ibarat semut yang berjalan beriringan begitulah masyarakat memahami makna semut sedulur sebagai isyarat akan adanya iringan mayat bersusulan.

Perhitungan hari Semut Sadulur, misalkan: Sukra(jumat)-Pon(6+7 = 13), Saniscara-wage(9+4 = 13) dan Redita-Kliwon(5+8). hari-hari dengan perhitungan sapta wara dan pancara wara yang menghasilkan bilangan angka 13 sangat dihindari melakukan upacara Pitra Yadnya(ngaben/atiwa-tiwa).

Kala Gotongan juga dipercaya sebagai hari tidak baik untuk melakukan upacara pitra yadnya, apabila dilanggar maka diyakini akan terjadi kematian berturut-turut dalam kurun waktu yang berdekatan. Jumlah urip gabungan hari Kala Gotongan adalah “14” dan terjadi berturut selama 3 hari seperti: Sukra-Kliwon(6+8 = 14), Saniscara – Umanis (9+5 = 14), Redita-Pahing(5+9 = 14).

Jika hasil perhitungan jumlah urip sapta wara dan panca wara hanya sekali terjadi bilangan 13 dan 14 maka tidak dapat disebut Semut Sedulur atau Kala Gotongan, ini disebut “dina jejepan” yang terjadi hanya sehari(adina, kejep, sebentar).

%d bloggers like this: