Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Tag Archives: pura

Pura Lempuyang


Pura Lempuyang Luhur terletak di Bukit Gamongan, pada puncak bukit Bisbis atau Gunung Kembar di desa Purahayu, kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Terletak lebih kurang 22km dari Kota Amlapura, kearah utara melewati Tirtagangga menuju Desa Ngis di Kecamatan Abang, kemudian membelok ketimur menuju Desa Purahayu. Kendaraan bermotor hanya bisa sampai di Desa Ngis, selanjutnya kita akan berjalan kaki menuju Desa Purahayu dan kemudian berjalan diatas bukit menuju Pura yang berada di puncak bukit Bisbis, waktu tempuh kurang lebih 3 jam.

Menurut Upadeca, bila dihubungkan dengan “Pura-Pura” Sad Kahyangan di Bali, maka Pura Lempuyang Luhur adalah termasuk salah satu dari lima Pura Kahyangan Jagat lainnya. Pura Lempuyang Luhur adalah kedudukan Dewa Içwara dan terletak di ufuk Timur penjuru mata angin di Bali. Hal ini dapat dihubungkan dengan Dewa Nawa Sanga beserta tempatnya dan senjatanya masing-masing. Jadi jelaslah bahwa Pura Lempuyang Luhur adalah sebagai penjaga/pemelihara arah sebelah timur dengan dewa Içwara sebagai manefestasi Sang Hyang Widhi Wasa.
Adapun dewa yang dipuja adalah Bethara Agnijaya (Hyang Gnijaya) sebagai manefestasinya Hyang Widhi, oleh karena Bhtara Agnijaya disejajarkan fungsi serta peranannya dengan Brahma, Wisnu, Indara dan Shambu maka dapatlah dimengerti bahwa Bhatara Agnijaya adalah identik dengan Içwara yaitu Dewa Asthadhipalaka yang berada di penjuru Timur. Nama Sang Hyang Agnijaya yaitu putra dari Sang Hyang Parameçwara (maksudnya sebagai manefestasi dari Hyang Widhi) juga ada disebutkan di dalam Lontar DewaPurana Bangsul. Pura-Pura yang berada di Bukit Gamongan yang ada hubungannya dengan Pura Lempuyang Luhur adalah Pura Desa Purahayu, Pura Telaga Mas dan Pura Pasar Agung.

Pengemong Pura Lempuyang Luhur adalah seluruh anggota”krama Desa” dari Desa Purahayu, sedangkan penyungsungnya adalah segenap masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Masyarakat Hindu di pulau Lombok termasuk umat Hindu di seluruh Indonesia serta masyarakat Tionghoa di Bali. Upacara Piodalan Pura Lempuyang Luhur jatuh pada hari Kamis Umanis wuku dungulan atau Umanis Galungan yakni setiap enam bulan bali sekali (210 hari). Adapun urutan upacara piodalan pada Pura Lempuyang Luhur adalah sama dengan upacara pada Pura Sad Khayangan lainnya.

Dari puncak Lempuyang pemandangan sangat indah, kelihatan pantai Amed dan Desa Culik, arah Timur terlihat Gunung Seraya, dan Gunung Agung pun nampak sangat indah. Tidak heran jika Pura Lempuyang juga di datangi oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

Pura Goa Lawah


Pura Goa Lawah terletak di Klungkung Bali tepatnya Desa Pesinggahan di Kecamatan Dawan, tidaklah sulit untuk menemukan lokasi Pura Goa Lawah secara pura ini berada tepat di pinggir jalan artei antara Kota Semarapura(Ibu Kota Klungkung) atau jalur semarapura-amlapura kurang lebih 49km. Pura Goa Lawah merupakan salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan atau Pura Kahyangan Jagat sebagai tempat ber-sthana-nya Ida Sang Hyang Basukih dan Dewa Maheswara, dihuni ribuan kelelawar.

Menurut mitologi yang disuratkan dalam lontar prekempa, dikisahkan bahwa saat terjadi bencana kekeringan yang dhasyat, Dewa Siwa mengutus Sang Hyang Tri Murti untuk menyelmatkan bumi. Dewa Brahma turun menjemal menjadi naga Ananta Bhoga. Dewa Wisnu menjelma menjadi sebagai naga Basuki. Dewa Iswara menjadi naga Taksaka.

Selanjutnya, naga Basuki terlentang dengan kepala menghadap ke tenggara. Sebagian kepala naga Basuki tercelup ke laut untuk menggerakan samudera agar menguap menjadi mendung. Nah, kepala naga Basuki ini kemudian disimbolkan dengan Pura Goa Lawah. Sedangkan ekornya yang menjuntai menjelma menjadi hutan yang sangat lebat. Oleh masyarakat Bali, daerah yang dianggap sebagai ujung ekor naga Basuki didirikan Pura Goa Raja {salah satu pura dalam kompleks Pura Besakih}. Sebagian masyarakat Bali percaya bahwa pada zaman dulu gua di Pura Goa Raja tembus di Pura Goa Lawah. Namun karena gempa dahsyat pada tahun 1917, gua itu tertutup reruntuhan Bumi.
Di luar mitologi tersebut, sumber-sumber kuno mengatakan bahwa Pura Goa Lawah dibangun atas inisiatif Mpu Kuturan pada abad ke XI dan dipugar untuk diperluas pada abad ke XV.

Pujawali atau piodalan di Pura Goa Lawah jatuh pada setiap Anggara Kasih Medangsia.Biasanya pada bulan-bulan baik, sasih ayu dan hari-hari baik-rahina subhadiwasa, umat Hindu banyak berdatangan ketempat ini. Di Pura ini umat Hindu melakukan upacara Nyegara Gunung, karena lokasinya berada ditepi laut dan diperbukitan atau gunung. Hanya beberapa meter disebelah selatan pura terdapat pantai sedangkan gunung itu sendiri diwakili oleh perbukitan dimana pura dan goa ini berlokasi. Pura ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena keberadaan goa kelelawarnya sendiri serta bangunan pura dan kegiatan umat bersembahyang. Area parkirnya yang luas serta adanya wantilan membuat tempat ini menjadi tempat persinggahan favorite bagi pemedek atau wisatawan yang melewati jalur ini.

Pura Kahyangan Jagat


Pura (Sad) Kahyangan Jagat adalah pura yang universal. Artinya semua umat ciptaan Tuhan diseluruh dunia boleh bersembahyang disana. Di Bali terdapat enam pura sad kahyangan utama yang menurut kepercayaan masyarakat Hindu di Bali merupakan sendi-sendi pulau Bali.

  1. Pura Besakih di Kabupaten Karangasem.
  2. Pura Lempuyang Luhur di Kabupaten Karangasem.
  3. Pura Goa Lawah di Kabupaten Klungkung.
  4. Pura Uluwatu di Kabupaten Badung.
  5. Pura Batukaru di Kabupaten Tabanan.
  6. Pura Pusering Jagat (Pura Puser Tasik) di Kabupaten Gianyar.

Diluar Bali Pura Sad Kahyangan atau Pura Kahyangan Jagat antara lain:

  1. Pura Mandara Giri Semeru Agung di Senduro
  2. Pura Luhur Poten di Bromo
  3. Pura Jagatkerta Gunung Salak di Tamansari
  4. Pura Payogan Agung Kutai di Kalimantan
  5. Pura Agung Santi Buana di Belgia.