Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Sejarah Pesta Kesenian Bali(PKB)


Pesta Kesenian Bali

Pesta Kesenian Bali

Bagi masyarakat Bali Pesta Kesenian Bali tentulah tidak asing lagi, tapi bagi masyarakat indonesia mungkin istilah Pesta Kesenian Bali atau PKB mungkin agak kurang familiar. Artikel dibawah akan memberikan gambaran apa itu Pesta Kesenian Bali, siapa pelopor dan apa saja yang ditampilkan diajang tahunan provinsi Bali tersebut.

Pesta Kesenian Bali atau PKB merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Bali, yang dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai – nilai seni budaya Bali yang adi luhung. Festival atau parade Gong Kebyar merupakan salah satu acara dalam agenda Pesta Kesenian Bali yang sangat bergengsi. Dalam festival acara tersebut, kita dapat melihat atau menyaksikan karya seni sebagai hasil kreativitas para seniman dan kepiawaian para pengrawit dalam memainkan gambelan Gong Kebyar.

Untuk menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat , maka Pemerintah Propinsi Bali, sejak tahun 1979, oleh Almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menggagas dan memprakarsai suatu wadah pesta rakyat, yang sampai sekarang disebut ” Pesta Kesenian Bali ” (PKB), yang pertama kalinya di gelar.
Dasar Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali adalah Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986 tentang “Pesta Kesenian Bali”. Pesta Kesenian Bali yang digelar pertama kali pada tahun 1979, berlangsung kurang lebih 2 bulan tepatnya dari tanggal 20 Juni 1979 sampai 23 Agustus 1979, dan setiap tahun telah memberikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya seni terbaik, sebagai wahana pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat. Pelestarian seni budaya dengan menampilkan kesenian-kesenian klasik yang sudah hampir punah dan terpendam di masyarakat. Melalui Pesta Kesenian Bali, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan dan menampilkan kepada masyarakat pada pesta rakyat ini. Penyelenggaraan PKB dari tahun ketahun telah memberikan nuansa tersendiri bagi keajegan seni budaya Bali dengan menampilkan thema yang selalu berbeda-beda. Kiranya cara berkesenian masyarakat Bali yang dipersembahkan kedalam wadah Pesta Kesenian Bali, setiap tahunnya juga berbeda-beda.

Pesta Kesenian Bali membuat masyarakat Bali untuk selalu beraktivitas dan berkreativitas untuk memenuhi kehidupan kita. Dengan demikian aktivitas dan kreativitas berkesenian untuk menghasilkan karya cipta dan seni masyarakat Bali tidak akan pernah berhenti, untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan baru, baik itu gagasan barn berkesenian maupun dalam kegiatan sehari hari, dalam rangka menyambung kelangsungan kehidupannya. Penggalian dan pengembangan gagasan baru berkesenian, dipakai untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing sebagai akibat globalisasi menyeluruh, karena dengan adanya gagasan barn akan dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berfikir, berkata dan berbuat yang diinplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya.
Dalam sejarah perjalanan pesta seni rakyat yang akbar ini pada umumnya selalu dibuka oleh pejabat tinggi negara. Hanya pada PKB yang pertama kali tahun 1979 dibuka oleh Almarhum Prof DR. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali sekaligus sebagai penggagas PKB. Selebihnya pembukaan PKB dilaksanakan oleh Menteri, Wakil Presiden, Presiden dan Ibu Negara.

Seperti Tahun ini Pesta Kesenian Bali XXXV dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, pembukaan Pesta Kesenian Bali 2013 tidak hanya diikuti oleh seniman lokal tetapi juga diikuti oleh berbagai seniman dari berbagai pulau seperti Lampung dan Papua. Negara lain pun turut ambil bagian dalam parade pembukaan PKB yang diadakan di depan Monumen Bajra Sandhi Renon Denpasar seperti Jepang dan Amerika.

Mendem Ari-ari Menurut Lontar Angastyaprana


Menyambut buah hati yang masih dalam kandungan adalah hal yang mendebarkan, excited itulah cerminan perasaan menjelang lahirnya buah hati. Sebagai umat Hindu menanam ari-ari sepatutnya dilakukan sesuai dengan ajaran pustaka suci baik dari lontar atau pun sumber lainnya. Artikel dibawah akan menjelaskan bagaimana mendem(baca:mengubur) ari-ari menurut lontar Angastyaprana.

Bagi saudara yang sedang memiliki istri hamil tua, maka calon bapak sudah menyiapkan sarana untuk mendem ari-ari, agar nanti tidak kelabakan, antara lain;

  1. Buah kelapa yang sudah tua, pilih yang agak besar satu biji.
  2. Ijuk (dari pohon enau).
  3. Kain putih secukupnya.
  4. Minyak wangi.
  5. Anget-anget (katik cengkeh, jebugarum dsb.).
  6. Lontar tulis.
  7. Madu secukupnya.
  8. Bunga-nguaan yang harum-harum.
  9. air kumkuman.
  10. Batu hitam (batu bulitan sebesar buah kelapa).
  11. Pohon pandan berduri.

Setelah bayi lahir, maka ari-arinya dibawa pulang, sesampainya di rumah lalu si bapak bayi tersebut mencuci ari-ari itu memakai air biasa dan boleh menggunakan sabun sampai bersih.(catatan saat membersihkan ari-ari jangan menyentuh ari-ari itu dengan tangan kiri duluan, pakailah tangan kanan, kemudian tangan kiri kerjakan seperti biasa), usahakan saat itu pula pikiran penuh dengan kasih sayang. Setelah bersih lalu dimandikan lagi dengan air kumkuman yang telah tersedia. Kemudian buah kelapa tua yang sebelumnya sudah dipotong (tidak dibelah), tulis kelapa bagian dalamnya yang atasan dengan hurup Bali Ongkara. Masukan ari-ari yang sedah bersih kedalam kelapa, isi madu, wangi-wangian, minyak wangi, anget-anget, dan lontar bertuliskan huruf bali berisi kalimat nunas panugrahan kepada Ibu pertiwi nitip arai-ari, semoga beliau berkenan mengayomi sijebang bayi. Lalu cakupkan kedua belah kelapa yang di potong tadi lalu dibungkus memakai ijuk, kemudian lanjut dibungkus dengan kain putih. Dan seterusnya di pendem di depan Bale daja (meten), kalau tidak punya meten,boleh mendem di natar di depan kamar tidur, kalau bayinya perempuan di sebelah kira dari meten, kalau laki disebelah kanan dari meten. Kemudian siram memakai air bekas membersihkan itu, lalu kubur, diatasnya isi batu hitam dan tanamkan pandan berduri. Haturkan sepasang canang berisi dupa, waktu menghaturkan canang itu ( kehadapan Ibu Pertiwi ), lagi memohon agar si bayi mendapat perlindungan dari Beliau.

Demikianlah tatacara mendem ari-ari menurut tuntunan lontar Angastyaprana. Selamat melakukan, semoga si Bayi pajang umur dan mejadi anak yang suputra. Bila ada hal-hal yang belum dimengerti bisa dikonsultasikan kepada para sulinggih agar mendapat pengertian yang jelas di dalam melaksanakan.

Semoga anak-anak kita menjadi anak suputra, berguna bagi nusa bangsa dan agama.

Terima kasih:

  1. Ida Pedanda Gede Made Gunung

Artikel terkait:

Memahami Yoga


Kita tentu tidak asing dengan istilah Yoga, walaupun banyak kalangan non Hindu yang mengeluarkan fatwa larangan melakukan Yoga tapi banyak masyarakat yang menggunakan Yoga sebagai olah kesehatan. banyak yang tidak paham mengenai Yoga terlebih orang-orang dengan pemikiran yang dangkal. Berikut adalah artikel mengenai Yoga. Anda melakukan Yoga atau tidak, sama sekali tidak mengurangi Makna dan Fungsi Yoga sebenarnya.

Image by: bloom yoga

Image by: bloom yoga

Berasal dari akar kata yuj, mengikat bersama, yoga berarti mengikat kekuatan psikik (mental) seseorang, menyeimbangkan dan menguatkannya. Yoga dipakai di dalam demikian banyak pengertian, akan tetapi maknanya berarti baik jalan maupun tujuan yang hendak dicapai, sama seperti kata dhamma di dalam Buddhisme (bahasa Palawa untuk dharma).

Dengan mengumpulkan bersama serta memanfaatkan kekuatan kita melalui pemusatan yang intense dan kepribadian, kita memaksakan jalur ego yang sempit kepada kepribadian yang transenden. Jiwa membebaskan dirinya dan belenggu raga jasmani dan mencapai keberadaannya yang paling dalam.

Persatuan dalam kemanusiaan. Yoga-yoga yang berbeda adalah penerapan khusus dan disiplin yang cii alam yang menuju ke arah pembebasan jiwa dan pemahaman baru mengenai persatuan dan arti kemanusiaan. Semua hal yang berhubungan dengan disiplin ini disebut yoga dan kesempurnaan pada tingkat manusia adalah kewajiban yang mesti dicapai melalui usaha yang sadar.

Demikian luasnya hal yang dicakup di dalam agama Hindu dan hal yang paling mencengangkan adalah adanya kesamaandan konsistensi antara yang dikatakan oleh salah satu disiplin yoga dibandingkan dengan yang lainnya. Dan sungguh tepat pengandaian tentang pendakian gunung dari berbagai arah di mana ketika sampai di puncak kita akan menikmati pemandangan yang sama.

Apa yang diceriterakan di dalam Bhagavad Gita adalah yogasastra, Sebuah tuntunan bagaimana seharusnya manusia di marcapada ini berbuat dan bertindak sehingga tetap agamis dan menuju ke arah pembebasan (moksa, mukti); pemahaman ini memastikan bahwasanya kehidupan rohani dengan kehidupan di dunia nyata ini tidaklah bertentangan, malah kehidupan duniawi ini seharusnyalah memperoleh tuntunan dari hal-hal yang bersifat rohani. Kalau pemahaman seperti ini diyakini oleh para pemimpin agama non- Hindu/Buddha maka tentu saja mereka akan mengatakan bahwa yoga tidaklah bertentangan dengan kaedah agama yang mereka anut. Lantas dari mana datangnya penyebab pelarangan praktek yoga di Malaysia dan oleh MUI di negara kita?

Matahari dan Bulan. Hal ini berkaitan erat dengan hatha yoga dan yoga asana yang populer dan bahkan banyak diminati terutama oleh para intelektual dan pelaku business. Di sini terjadi pula semacam kesalah-pahaman mengenai penerapan mantra atau doa di dalam aplikasinya. Hatha yoga berasal dari suku kata ha dan tha yang berarti matahari dan bulan, prana dan apana. Di dalam Tantra dikatakan bahwa prana (yang bersemayam pada jantung) menarik apana (yang berada pada muladara-cakra, cakra paling bawah) dan sebaliknya apana menarik prana, bagaikan burung elang yang terikat pada tali akan kembali ketika dia mau terbang menjauh.

Keduanya melalui ketidak-cocokan di antara mereka, mencegah salah satunya untuk meninggalkan raga jasmani kita, sebab ketika keduanya setuju untuk pergi, berarti kita sebagai pemilik raga akan mati. Persatuan di antara keduanya di dalam sumsumna dan proses ke arah itu disebut pranayama, dan ketika hal itu terjadi, samadhi (meditasi) sesungguhnya dicapai. Karena itulah sebenarnya hatha-yoga adalah pengetahuan tentang azas hidup dan memakai ungkapan ini untuk menjelaskan mengenai berbagai bentuk prana.

Prana (azas hidup) di dalam raga perseorangan adalah bagian dari nafas semesta. Karena itulah diupayakan untuk menyeimbangkan azas hidup perseorangan, pinda atau vyasti-pinda dengan azas-hidup atau fas-kosmis, brahmanda atau samastiprana. Hasilnya adalah jiwa raga yang kuat dan sehat. Harmonisasi dan nafas membantu harmonisasi dan pikiran dan karena itu memudahkan pemusatannya.

Hatha-yoga sebagian besar adalah olah jasmani (asana) dan di dalam disiplin ini (seperti juga didalam Tantra) diyakini bahwasanya melalui hal yang bersifat fisik kita sesungguhnya bisa mengatur dan mengubah hal-hal yang bersifat halus yang di dalam. Praktek dan latihan yang berhubungan dengan hatha-yoga memiliki 7 bagian atau manfaat: pembersihan (sodhana), kekuatan atau keteguhan (drdhata), keteguhan hati (sthirata), kemantapan fikiran (dhairya), tubuh menjadi ringan melalui pranayama (laghava), realisasi (pratyaksa) melalui meditasi (dhyana) dan tiadanya keterikatan (nirliptatva).

Tujuan akhir Persatuan Atman dengan Tuhan Akan tetapi walaupun olah-jasmani, tahap akhir dan hatha-yoga adalah tetap samadhi (dhyana) yaitu persatuan daripada atman dengan paramatman, jiwa kita ini dengan Yang Maha Kuasa dan hal ini dengan jelas dikatakan oleh para rsi yang sudah pernah mengalami-Nya (anubhava); sama dengan pembebasan (mukti, moksa) seperti yang dijelaskan di atas. Seperti dikatakan bahwa tujuan dan Rg.Veda adalah menjadikan manusia seperti Dewata (Hyang Widhi) melalui perbuatannya (devo bhutva devan apyeti) atau ungkapan, ‘Wahai Indra, ijinkanlah aku menjadi Anda,’ atau ucapan Vamadewa ketika merasakan dirinya bersatu dengan semua makhluk, ‘aku adalah Manu, aku adalah Surya,’ serta tentu saja ungkapan termashur ‘aku adalah brahman.’

Hal-hal seperti ini tentu sajalah tidak sesuai dengan ajaran umum Islam sehingga orang-orang seperti Al Hallajj (dan Syech Siti Jenar, red) harus dihukum bunuh. Belum lagi di dalam latihan yang benar sebagai seorang sisya, penghormatan kepada Siva (yang menurunkan hatha-yoga ini) serta kepada guru tentu saja nyata-nyata tidak sesuai dengan ajaran non-Hindu! Buddha.

Hal ini harus jelas jelas dikatakan sebab kita seharusnya tidak ingin seseorang menjadi seperti kita melalui pembohongan atau penipuan. Sangat penting.untuk menjelaskan apa adanya, boleh diterima atau boleh tidak, sebab sepanjang sejarah Hindu yang paling utama adalah pencarian kebenaran dan bukan bertahan didalam kepercayaan.

Ke-populer-an yoga (terutama hatha -yoga) sekarang di seluruh dunia (bahkan di negara-negara yang mayoritasnya Islam seperti Indonesia dan Malaysia) tentu saja tidak mengakar secara mendalam seperti pemahaman yang kita ceriterakan di atas; walaupun dia bukanlah sekedar fad (mode) yang datang dan kemudian menghilang.

Tidak sedikit orang di seluruh dunia yang merasakan manfaat (kesehatan)-nya. Yang agak menonjol adalah tidak sedikit dari apa yang kita jumpai sekarang adalah bentuk hatha-yoga atau asana bahkan samadhi yang sudah mengalami semacam modifikasi, ‘diformat ulang’ (di Barat) sehingga menjadi sesuatu yang menarik dan bisa menghasilkan uang (yang banyak).

Di tempat-tempat seperti ini memang ada kalanya hal-hal yang ‘berbau’ Hindu dihilangkan akan tetapi tidak jarang orang-orang yang non-Hindu menyukai berbagai kebiasaan yang di dalam keadaan normal tentu bisa disebut musyrik. Misalnya saja (yang kadang-kadang menggelikan) . adalah ketika sang guru (trainer) memulai latihannya dengan menyiratkan air suci (tirta) sambil mengatakan, holy water, holy water.

Secara keseluruhan kecenderungan mode seperti ini sesungguhnya bisa dianggap hanya sekedar seperti latihan olahraga biasa, semacam aerobik ala India yang (memang) semata-mata untuk kepentingan kesehatan dan kita harapkan bahwasanya para ulama di dalam MUI bisa menerimanya.

Rangkaian manfaat hatha-yoga adalah sisi lain dan astanga-nya (delapan tangga atau tahap) Patanjali, yang memberikan urutan duduk yang benar, bernafas yang benar, menempatkan fikiran yang benar dst.

Hatha -yoga juga tidak menyebutkan mengenai tenaga positif/negative. Jadi tidak sama dengan Taichi di mana di dalam satu jurus kedua unsur itu ada. Perlu juga ditegaskan bahwa di dalam sistimatikanya Patanjali yang paling penting di antara nyama adalah ahimsa, sedang di antarayama adalah mitahara (makan tidak berlebihan). Hal ini menyangkut pola makan yang sedapat mungkmn harus selamanya satvika.

Jadi tidak benar seperti iklan di TV di mana seorang ‘pakar yoga’ mengatakan bahwa latihan yoga bersama dengan minum teh-celup (merek tertentu) adalah bagus. Teh memberi rangsangan dan karena itu sudah pasti bersifat tamasika di samping teh-celup adalah abu/debu teh (tea-dust), Sedang yang bermanfaat untuk pengobatan adalah daun teh (tea-leaves). Pemahaman prana di dalam yoga dengan di dalam Reiki juga tidak sama, sebab di dalam yoga tidak dijelaskan mengenai prana yang bisa dipindahkan (di transfer). Di dalam yoga, prana adalah azas-hidup dan kalau ada orang yang bisa memanipulirnya niscaya orang yang demikian tidak akan bisa mati!

Pranayama: bernafas yang benar. Olah jasmani apa saja yang dilakukan di dalam hatha-yoga? Dalam arti harfiahnya, yang dimaksud dengan asana adalah bagaimana atau dengan cara seperti apa kita menempatkan tubuh! raga kita? Apa tempat berpijaknya? Ada 8,400,000 jenis asana akan tetapi yang terpenting jumlahnya 33. Asana dengan pranayama berhubungan sangat erat. Kalau kita melakukan asana dengan benar maka kita dengan sendirinya akan bernafas pranayama.

Yang terakhir ini adalah pernafasan perut (1) di mana kita menarik dan mengeluarkan nafas melalui kedua lubang hidung (2); di sini kita kembali kepada azas ha (matahari) dan tha (bulan) di mana dipastikan bahwa di dalam keadaan normal, kita bernafas secara bergantian dan salah satu lubang hidung (alternate breathing) masing-masing selama 45 menit; (lama) waktu ini adalah jam (muhurta) di dalam Hindu. (Pernafasan melalui) lubang hidung kanan adalah matahari sedang dari lubang kiri adalah bulan, keduanya memiliki pengaruh dominan atas keseluruhan kehidupan.

Kalau anda ingin menjadi seorang sadhaka dan ingin mempelajari hatha-yoga secara sempurna maka diperlukan seorang guru yang kompeten. Di dalam proses pembelajaran ini semuanya harus diurut. Tidak mungkin pembelajaran anda maju apabila tidak melalui tahapan yama, nyama seperti yang dijelaskan oleh maharsi Patanjali dan para guru lainnya.

Terima kasih kepada:

  • Media Hindu

Artikel Terkait:

  1. Memulai Yoga
  2. Mengenal Kundalini