Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Category Archives: Info

Mengenal Kundalini


kundalini

Kundalini berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti gulungan. Gulungan ini terbentuk dalam tiga setengah lingkaran yang berada di bawah tulang ekor dalam keadaan tidur. Begitu kekuatan dahsyat ini bangkit, ia akan merambat ke atas mulai dari cakra dasar (muladara cakra) menuju puncak kepala (sahasrara cakra) melalui nadi atau saluran utama di sepanjang tulang punggung yang disebut sushumna. Sebenarnya tidak selalu lewat sushumna, bisa juga lewat nadi lain yakni ida atau pingala yang posisinya masing-masing berada di sebelah kiri dan kanan sushumna. Mohon diperhatikan, semua istilah yang berkaitan dengan Kundalini tidak terdapat dalam anatomi kita karena semuanya bersifat nonfisik.

Kundalini juga dikenal dengan sebutan Shakti, sehingga proses pembangkitan Kundalini oleh seorang guru disebut dengan istilah shaktipat. Sebenarnya kebangkitan Kundalini merupakan proses alami, dalam arti bisa bangkit dengan sendirinya hanya dengan tekun melakukan latihan yoga atau meditasi, bahkan tanpa melakukan upaya apa pun. Namun, karena kebangkitan Kundalini yang mengandalkan proses alami membutuhkan waktu yang sangat panjang dan tergolong tidak aman, maka shaktipat diperlukan.

Tanda kebangkitan Kundalini kalau pembaca pernah mendengar istilah Kundalini syndrome, itulah efek yang bisa ditimbulkan oleh kebangkitan Kundalini secara alami. Sindroma ini bisa dirasakan gejalanya secara fisik, emosional maupun mental. Biasanya orang yang mengalami Kundalini syndrome akan mengalami rasa panas yang berlebihan atau rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, terutama di sekitar jalur sushumna, sehingga yang bersangkutan merasa tidak nyaman. Terkadang timbul perilaku hiperaktif, keinginan seks yang berlebihan, gangguan pencernaan, emosi yang tidak stabil dan kurang konsentrasi.

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk membangkitkan Kundalini dengan cara mendapatkan shaktipat dari seorang guru yang kompeten. Dengan shaktipat, saluran dan cakracakra yang akan dilalui Kundalini dibuka terlebih dahulu, sehingga Kundalini akan merambat naik dengan lancar dan tidak akan berbelok atau memberi tekanan yang berlebihan yang disebabkan oleh adanya penumpukan kotoran atau energi negatif pada cakra tertentu.

Beberapa sumber menyatakan, bila Kundalini kita berhasil dibangkitkan maka secara spontan kita akan merasakan gejalanya di seputar ubun-ubun berupa rasa dingin. Tetapi saya sendiri, setelah selesai mengikuti sesi pembangkitan Kundalini jarak jauh itu, sama sekali tidak merasakan apa-apa. Dengan rasa penasaran saya caritahu alasannya dengan mengklik tautan yang mengantarkan saya pada halaman yang memberikan jawaban bahwa, barangkali saya masih belum memaafkan semua orang yang pernah berbuat salah kepada saya. Dalam arti, hati saya masih belum cukup bersih yang mana menjadi hambatan bagi bangkitnya Kundalini saya.

Memang, pada saat itu saya baru saja mengalami peristiwa yang paling pahit dalam hidup, yang membuat saya merasa hampir kehilangan segalanya. Sebenarnya saya sudah berusaha melupakan kejadian itu dan memaafkan orang yang telah melukai hati saya. Namun, rupanya niat saya belum bulat, sehingga saya harus kembali bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memaafkan siapa saja.

Berselang sekitar tiga hari kemudian, ketika saya bekerja di depan komputer di kantor, saya merasa ada sejumlah serangga berputar-putar di atas kepala saya. Dengan gerakan spontan saya kibaskan tangan saya berkali-kali untuk mengusir serangga tersebut tanpa mengalihkan perhatian dari layar komputer. Tentu saja perilaku aneh saya itu menarik perhatian teman-teman seruangan karena sesungguhnya tidak ada apa pun di atas kepala saya.

Akhirnya saya tahu kalau itu merupakan tanda dari kebangkitan Kundalini saya. Dan saya semakin yakin akan hal itu setelah sempat konsultasi dengan penekun spiritual yang memiliki kemampuan psikis/pewaskitaan.

Manfaat Kundalini
Orang yang tertarik dengan Kundalini kini semakin banyak dan tidak terbatas pada penganut Hindu. Shri Mataji Nirmala Devi sampai bermukim di Amerika tentu karena ada kebutuhan untuk memberikan bimbingan seputar Kundalini di sana. Dan sudah sejak lama orang-orang Barat datang secara khusus ke India untuk mendalami kekuatan dahsyat yang ada pada setiap orang ini.

Banyak buku dan sumber di internet menyebutkan, siapa pun tidak akan bisa mengalami realisasi diri sebelum Kundalininya bangkit. Dengan kata lain, bangkitnya Kundalini adalah awal perjalanan bagi penekun spiritual untuk mencapai tujuan akhir pendakiannya. Tetapi, bagaimana caranya Kundalini bisa mengantarkan orang mencapai realisasi diri atau pencerahan?

Karmaphala dan Reinkarnasi telah mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini membawa hutang karma dari kehidupan sebelumnya. Kundalini yang telah bangkit berperan untuk membersihkan hutang karma dengan membakarnya pada saat Kundalini naik menyusuri sushumna. Tetapi Kundalini akan membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa bertahun-tahun, untuk dapat membersihkan secara tuntas akar-akar karma yang menumpuk di masing-masing cakra yang akan dilewati.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu Kundalini mempercepat penyelesaian tugasnya, antara lain: menghindari makan daging, mengamalkan Tri Kaya Parisudha, meditasi dan melantunkan mantra.

Makan daging perlu dihindari karena daging secara eterik mengandung banyak energi negatif. Dengan menerapkan pola makan vegetarian dan mempraktekkan Tri Kaya Parisudha otomatis kita tidak akan menumpuk energi negatif/menambah hutang karma, yang mana akan meringankan tugas Kundalini dalam melakukan pembersihan. Dengan melakukan meditasi secara rutin, paling tidak dua kali sehari (pagi dan sore), kita telah menciptakan situasi kondusif yang membuat Kundalini bekerja lebih aktif sehingga mempercepat proses pembersihan. Dan akan lebih baik lagi kalau diikuti dengan melantunkan mantra. Masing-masing guru Kundalini biasanya merekomendasikan mantra yang berbeda sesuai keyakinannya. Tetapi saya sendiri memilih melantunkan Mantra Gayatri.

Terima kasih:

  • KS Damar Wiseso, Media Hindu

Artikel Terkait:

  1. Memulai Yoga
  2. Memahami Yoga

Kontak Jodoh Hindu


Page Semara Ratih adalah bagian dari halaman dalam blog ini yang khusus dibuat untuk biro jodoh Hindu. dibuat untuk membantu umat se-dharma dimanapun berada yang ingin menemukan pasangan hidupnya. Untuk menjadi anggota biro jodoh Hindu di Page Semara Ratih hanya butuh mengisi kolom komentar dengan identitas yang singkat.

Sebaran Umat Hindu yang begitu luas, cukup menyulitkan untuk dapat berkumpul untuk sekedar saling mengenal hingga mendiskusikan hal-hal tentang bagaimana hidup dalam Hindu. Dengan situs biro jodoh Hindu ini diharapkan anggota untuk saling mengenal dan berkomunikasi tanpa bertemu muka.

Di dalam dunia kerja, menjadi hal yang sulit mencari/menemukan jodoh yang se-dharma dan kreteria-kreteria khusus lainnya, tidak mengherankan banyak muda-mudi Hindu yang terpaksa rela “paid bangkung/kaung”.

Tujuan dari biro jodoh Hindu ini untuk mempermudah muda-mudi Hindu untuk saling menemukan pasangan hiduonya. jodoh, memang tidak ada jaminan dan sikap waspada harus tetap dijaga, namun bisa menjadi salah satu usaha, mengingat tidak mudah mendapatkan jodoh sesama Hindu.

Dengan niat yang baik untuk menjalin persahabatan di dunia maya maupun dunia nyata dan untuk menemukan pasangan hidup umat se-dharma, mudahan-mudahan akan membuahkan hasil yang baik hingga terbentuk keluarga Hindu.

Silahkan isi kolom komentar pada Page Semara Ratih.

Sebagai bentuk komitmen saya untuk menyajikan informasi yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan maka saya tidak akan posting komentar sebelum saya dapat verifikasi dari yang bersangkutan. Mengingat ada beberapa user setelah saya konfirmasi ternyata merasa tidak pernah posting untuk mencari pasangan di blog ini. Jika anda ingin membantu saudara, teman atau keluarga untuk menemukan pasangan pastikan anda mendapat persetujuannya untuk memposting komentar.

Rahajeng!

Admin

Apa Itu Surga dan Neraka


Dalam ceramah-ceramah agama, surga dan neraka ini banyak sekali disebut-sebut, tapi paling sedikit dijelaskan. Orang-orang yang rajin beribadat serta berbuat baik dalam hidupnya di dunia ini nanti setelah mati akan mendapat surga. Sebaliknya, orang-orang yang mengabaikan ibadat dan berbuat buruk di dunia ini kelak setelah mati akan masuk neraka.

Dalam percakapan sehari-hari sering kita dengar orang berkata “seperti di surga rasanya” atau “seperti di neraka rasanya” 
Tapi dan bagaimana surga itu? Dimanakah neraka? dan apakah Moksha? 
Kalau kita membeli rumah, kita harus tahu dimana letaknya, berapa luasnya, bahan bangunannya dari apa serta apa isinya. Tentu saja kita tidak mungkin ke surga sebelum kita mati. Tapi paling sedikit kita harus tahu “denah dan gambarannya”, melalui apa yang dikatakan agama-agama tentangnya.

Surga menurut Agama Yahudi.

Tujuan akhir kehidupan menurut agama Yahudi adalah pembaharuan pemerintahan Yahweh (Tuhan Yahudi) atas kerajaan duniawi dengan seorang Mesias duniawi (utusan Tuhan yang akan datang ke bumi) sebagai kepala kerajaan. Di dalam kerajaan duniawi yang dipimpin oleh Mesias itu, orang Yahudi dan orang kafir (non-Yahudi) akan memelihara Torah (kitab suci agama Yahudi).
Barang siapa didunia memelihara Torah akan masuk surga, ke Taman Eden. Barang siapa di sini tidak memelihara Torah, ia menuju tempat hukuman yang disebut Gehinom (neraka) 1)

Surga menurut Agama Kristen.

Tujuan akhir kehidupan menurut agama Kristen hampir mirip dengan tujuan hidup agama Yahudi, yaitu adanya Kerajaan Allah di bumi ini. Yesus Kristus adalah kepala Kerajaan itu. Dewasa ini kerajaan itu masih tersembunyi. Raja kerajaan itu juga masih tersembunyi. Rakyat kerajaan itu sekarang masih dalam pergumulan antara Kerajaan Allah dengan Kerajaan Kegelapan (setan?). Nanti Kepala Kerajaan yang tersembunyi itu akan nampak. Yesus Kristus datang kembali ke dunia ini. Waktu itu akan terjadi kiamat dan hari Pengadilan terakhir. Dunia ini akan hancur/ binasa terbakar. Dan setelah itu akan muncul satu dunia baru, langit baru, dan bumi baru, kota Yerusalem baru yang turun dari surga. Kota ini dikelilingi oleh tembok besar dan tinggi. Pintu gerbangnya dua belas buah dan di atas pintu gerbang itu tertulis nama kedua belas suku Israel.

Namun sebelum turunnya kota Yerusalem baru ini terjadi peperangan antara Mikhael melawan naga berkepala sepuluh dan bertanduk tujuh. Masing-masing pihak dibantu oleh malaikat- malaikatnya. Ada peperangan antara orang-orang kudus melawan seekor binatang yang keluar dari laut, seperti macan tutul bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh. Binatang ini diberikan kekuatan, tahta dan kekuasaan oleh naga yang telah siuman. Dari bumi keluar binatang bertanduk dua dan berbicara seperti naga yang menyesatkan seluruh penghuni bumi.

Siapakah yang masuk surga? Pintu surga akan terbuka lebar bagi orang-orang buta, lumpuh, orang-orang sakit kusta (Lukas 14:13-21). Dan orang-orang kaya sulit masuk surga, lebih sulit dari seekor unta masuk lubang jarum. 2)

Surga menurut agama Islam.

Islam memberikan keterangan yang sangat rinci tentang surga. Dalam agama Islam surga digambarkan memiliki 8 pintu. Surga terdiri dari 100 tingkat. Di surga mengalir sungai yang jernih airnya, sungai madu, sungai susu dan sungai arak (khamar atau alkohol). Ada pohon buah-buahan yang mengikuti kemana penghuni surga pergi. Mereka dilayani oleh laki-laki muda yang memberikan mereka minuman yang dicampur dengan jahe. Para penghuni surga itu memiliki tempat barang dan sisir yang terbuat dari emas. Mereka juga memiliki pendupaan yang dibuat dari kayu gaharu.

Para penghuni surga makan dan minum. Tapi mereka tidak pernah buang air besar atau kecil. Keringat mereka berupa semacam minyak wangi. Hidangan pertama yang disajikan ketika pertama kali masuk surga adalah sup sirip ikan hiu.
Para lelaki muslim yang masuk surga diberikan istri-istri (beberapa istri) yang diciptakan dari bidadari yang masih perawan yang belum pernah disentuh sebelumnya bahkan oleh malaikat.
Surga Islam itu tampaknya memang surga untuk kaum lelaki. Tapi para wanita Islam tentu juga mendapat surga. Hanya saja para wanita muslim ini tidak diberikan pasangan laki-laki. Tidak ada penjelasan tentang hal ini.

Siapakah Masuk Surga? Dalam satu hadis disebutkan, ketika Nabi Muhammad, nabi orang Islam itu melihat ke surga, penghuninya kebanyakan orang-orang fakir (miskin). Orang miskin yang pasrah lebih cepat 500 tahun sampai di surga dibandingkan dengan orang Islam yang kaya. 3).
Dan melihat ke neraka kebanyakan penghuninya adalah wanita. Kenapa penghuni neraka kebanyakan wanita? Karena wanita lebih tertarik kepada perhiasan duniawi. 4)

Surga tak ubahnya sebuah kampung di bumi ini di mana para penghuninya hidup bersantai-santai sambil menghabiskan waktu untuk makan dan minum dan bersenang-senang dengan istri-istrinya yang baru yang dibuat dari para bidadari.

Apakah Neraka?

Neraka, menurut agama rumpun Yahudi, biasanya digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Neraka adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan. Di neraka terdapat kawah api yang terus berkobar-kobar yang panasnya seratus kali api bumi. Di sini roh-roh malang itu dipanggang. Di Neraka juga disediakan jenis penyiksaan yang lain, misalnya ditusuk dengan tombak atau dipukuli dengan palu godam.

Berapa lama roh-roh malang itu disiksa?
Tergantung dari kejahatan yang dilakukan di muka bumi. Ada yang singkat ada juga yang selama-lamanya.

Jika penghukum dengan cara penyiksaan itu dilakukan oleh manusia atau oleh suatu pemerintah di dunia ini, maka ia akan dikutuk sebagai orang atau pemerintah yang tidak beradab, sangat kejam, sadis dan tidak berperikemanusiaan sedikitpun.
Lalu, apakah betul, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang itu, menciptakan alat penyiksa atau melakukan penyiksaan dengan cara begitu kejam?. Bagaimanakah wajah Tuhan ketika Ia menjalankan mesin penyiksa itu untuk menggilas roh-roh yang telah Ia tetapkan nasibnya ketika Dia meniupkannya ke dalam tubuh manusia?, Apakah wajah-Nya memancarkan cahaya kasih atau menyemprotkan api kebencian?.

Surga dan Neraka Dalam Agama Hindu.

Tidak kita temukan gambaran neraka seperti itu. Lalu apakah orang baik dan orang jahat sama-sama masuk surga?. Bagaimana soal keadilan ditegakkan?. Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia. Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat- akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk.
Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka. Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia. Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

Pandangan Kritis tentang Surga dan Neraka.

Gambaran neraka yang begitu kejam tampaknya muncul ketika peradaban masih rendah dan kesadaran moral juga baru tumbuh. Ketika itu manusia dipaksa untuk berbuat baik karena perbuatan buruk akan mendatangkan pembalasan yang sangat kejam. Dasarnya adalah rasa takut akan hukuman yang berlipat ganda.

Ketika peradaban sudah lebih maju dan kesadaran moral sudah lebih tinggi, manusia berbuat baik karena menyadari sepenuhnya perbuatan buruk atau perbuatan jahat, akan membawa penderitaan bagi orang lain. Dasarnya adalah cinta dan hormat atas hidup orang lain.

Dr. Franz Dahler, seorang rohaniwan Katholik mengatakan istilah tradisional dan sedikit usang itu membawa gambaran yang tidak memuaskan sama sekali, karena berdasar kepada ajaran agama yang tidak dewasa, seakan-akan ditujukan kepada anak kecil. Terbayang dalam benak kita semacam bangsal surgawi di atas langit, dimana kita bernyanyi dan terus memandang Tuhan yang berpakaian cemerlang. Itu khayalan bukan kenyataan. Surga adalah kegairahan hidup manusia dalam menerima dan memberi cinta kepada Tuhan dan manusia dalam menerima dan memberi cinta kepada Tuhan dan manusia. Sedangkan neraka adalah tempat dimana manusia tidak bisa mencintai lagi. Perang adalah neraka yang paling tepat. 5)

Kaum sufi Islam mengatakan para penghuni surga adalah orang- orang yang berfikir sederhana (tolol). Menurut para sufi tujuan manusia yang sesungguhnya adalah persatuan dengan Tuhan (manunggaling kawula lan Gusti). Sedangkan sorga hanyalah ciptaan. Para penghuni surga adalah orang-orang yang menganggap kenilmatan jasmaniah (hubungan seks dan kenikmatan lidah) sebagai tujuan tertinggi. 6)

Chairil Anwar, penyair yang paling terkemuka di Indonesia hingga dewasa ini meragukan surga semacam itu. Dalam sajaknya “Sorga” ia menceritakan bahwa ia dituntut untuk taat beragama dengan janji akan diberi surga, dimana ia dapat bercinta dengan para bidadari sambil minum susu sepuas hatinya. Pada bait kedua ia menulis:

Tapi ada suara menimbang dalam diriku, 
nekat mencemooh : Bisakah kiranya 
berkering dari kuyup laut biru, 
gamitan dari tiap pelabuhan gimana? 
Lagi siapa bisa mengatakan pasti 
di situ memang ada bidadari 
suaranya berat menelan seperti Nina, 
punya kerlingnya Jati?

Dalam agama Hindu surga merupakan persinggahan sementara. Menurut Swami Dayananda Saraswati, surga adalah pengalaman liburan. Seperti seorang pergi ke Hawai atau ke Bali untuk bersenang-senang sebentar membelanjakan uangnya dan kemudian kembali ke rumahnya.

Bhagavad Gita mengatakan :
“Setelah menikmati surga yang luas, mereka kembali kedunia ini sesuai ajaran kitab suci. Demi kenikmatan mereka datang dan pergi”.

Surga adalah kesenangan sementara (pleasure). Sedangkan kebahagiaan yang sejati (Joy atau happiness) adalah Moksha.

sumber:

parisada.org dengan sumber:

1) Dr. J. Verkuji : Etika Kristen, Penerbit Gunung Mulia, Jakarta, 1991, hal 261.
2) Ibid, hal 269 dan Kitab Wahyu.
3) Masda F. Marsudi : Kail tanpa Empang, majalah Tempo, 1 Mei 1993.
4) Keterangan tentang surga Islam diambil dari Syaridah Al, Ma”wasyaraji dan Ahmad al-Qallas : Sorga yang Dijanjikan, penerbit pustaka mantiq, Solo, 1992.
5) Franz Dahler dan Julius Chandra : Asal dan Tujuan manusia, penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1991 hal 137-138.
6) Fritjof Schoun (Muhammad Isa Nurudin) : Islam & Filsafat Parenial, penerbit Mizan, Bandung, 1993, hal 182.
7) Dr. I Made Titib : Untaian Ratna Sari Upanishad, penerbit Yayasan Dharma Narada, Denpasar, 1994, hal 66-67.
8) Raymond A. Moody, Jr. M.D. : Life After Life, penerbit Batam Book, New York, 1986.