Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Daily Archives: March 5, 2019

Prosesi Mecaru dirumah saat Pegerupukan


Upacara Melasi

Sehari menjelang Nyepi umat Hindu akan melaksanakan prosesi Mecaru dipekarangan rumah masing-masing. Dikutip dari Bali Express PHDI provinsi Bali telah mengeluarkan wewaran (sosialisasi/edaran) melalui banjar masing-masing.

Dikutip dari Bali Express; Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, MSi mengungkapkan, telah mengeluarkan wewaran yang didistribusikan lewat banjar masing – masing. “Sudah ada kok pengumumannya kemarin. Tapi, jika masih ada yang belum dapat mungkin bisa saya paparkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, di pintu masuk atau gerbang rumah masyarakat diimbau menancapkan sebuah sanggah cucuk dan dihaturkan banten peras, daksina , tipat kelan, dan arak berem serta toya anyar. Lalu, di bawah dihaturkan segehan cacah sebanyak 100 tanding maulam jejeroan matah dan segehan agung matabuh arak berem dan toya anyar. “Untuk banten di depan rumah dihaturkan kepada Sang Kala Bala dan Sang Bhuta Bala,” terangnya.

Untuk pacaruan di merajan atau sanggah, masyarakat diwajibkan menghaturkan banten saka sidan atau pajati di kemulan. Di ajengan palinggih menghaturkan segehan agung dan segehan cacah sebanyak 33 tanding. Segehan tersebut dihaturkan kepada Bhuta Bucari. “Itu banten untuk di sanggah ya, untuk di halaman rumah masyarakat harus menghaturkan segehan manca warna sebanyak 9 tanding. Segehan itu maulam siap brumbun, boleh yang lebeng atau makaput. Lalu, segehan itu matabuh arak berem dan toya anyar. Nah segehan dan siap brumbun itu dihaturkan kepada Sang Bhuta Raja dan Kala Raja,”terangnya.

Advertisements
%d bloggers like this: