Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Mengenal Catur Guru


Kita sering mendengar atau melihat berita bahwa ada murid yang melawan gurunya bahkan ada kasus di madura seorang guru meninggal karena mendapatkan tindakan kekerasan dari seorang murid. Dimedia sosial tidak jarang melihat seseorang menghina kepala negara(Presiden) dimana orang yang patut kita hormati. Bahkan seringkali kita melihat berita tentang seorang anak yang menganiaya orang tuanya. Apa yang sesungguhkan terjadi dengan semua kejadian diatas? Kemorosotan moral. Dewasa ini manusia cenderung egois, gampang marah dan tidak dapat mengontrol emosinya.

guru

Image courtesy: hipwee.com

Didalam agama Hindu kita diajarkan untuk menghormati orang lain siapapun itu untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan. Masyarakat Hindu tidak terlepas dari disiplin dalam setiap langkah laku sehari-hari. lebih-lebih kepada catur kang sinangguh guru. Kata GURU dalam bahasa sanskerta berarti BERAT. Dalam agama Hindu ada empat yang dianggap guru yang disebut dengan CATUR GURU. 

  1. Guru Swadyaya. Tuhan yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai guru sejati maha guru alam semesta atau Sang Hyang Paramesti guru. Agama dan ilmu pengetahuan dengan segala bentuknya adalah bersumber dari beliau. SARWAM IDAM KHALUBRAHMAN (segala yang ada tidak lain dari Brahman). Demikian disebutkan dalam kitab Upanishad.
  2. Guru Wisesa Wisesa, dalam bahasa Sanskerta berarti purusa/ Sangkapurusan yaitu pihak penguasa yang dimaksud adalah Pemerintah. Pemerintah adalah guru dan masyarakat umum yang berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa dan memberikan kesejahteraan material dan spiritual.
  3. Guru Pengajian/Guru Parampara. Guru disekolah yang telah benar-benar sepenuh hati dan ikhlas mengabdikan diri untuk mendidik serta mencerdaskan kehidupan Bangsa.
  4. Guru Rupaka Orang yang melahirkan (orang tua), tanpa orang tua kita tak akan ada oleh karena itu betapa besarnya jasa-jasa orang tua dalam membimbing putra- putranya untuk melahirkan putra yang baik (suputra).

Ajaran Catur Guru hendaknya kita terapkan dalam kehidupan nyata demi terwujudnya kehidupan yang damai.

Jika setiap orang menyadari atas besarnya jasa-jasa beliau tentu tindakan penghinaan, pecelehan dan tindakan kekerasan terhadap orang tua, guru sekolah atau pemerintah tidak perlu terjadi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: