Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Mengenal Konsep Pawongan


Pawongan adalah sebuah konsep bagaimana membina hubungan harmonis antara sesama manusia. Diperlukan sebuah seni untuk membina hubungan agar selalu berjalan dengan baik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar tercipta sebuah pola hubungan pawongan yang baik, yaitu:

  • Memiliki pemikiran yang universal, sebagai manusia kita harus mampu untuk mengembangankan pandangan yang universal berdasarkan pemahaman pada asas-asas spiritual. Kita tidak akan bisa mendapatkan kemajuan dalam kebijaksanaan dan pemahaman yang lebih tinggi tentang spiritual melalui pandangan yang sempit. Semua bentuk pemujaan dan meditasi, yang dianggap sebagai praktik spiritual, namun sebenarnya adalah penyimpangan mental bila itu ditujukan untuk menyenangkan pikiran semata. Tuhan digambarkan sebagai ayah, ibu, kakak, teman dan seterusnya. Ketahuilah bahwa kita adalah satu. Kalian ada di dalam Tuhan dan Tuhan ada dalam diri kalian, pencerminan diri kita juga ada dalam diri orang lain. Spiritualitas berarti menyadari penyatuan kita dengan Tuhan, kita dengan ciptaanNya yang lain, kita dengan lingkungan. begitu kita mendapatkan keyakinan ini maka berbagai macam sadhana spritual tidak akan diperlukan lagi. Kesatuan ini seharunya tidak hanya konsep intelektual semata itu seharusnya menjadi sebuah realitas hidup.
  • Menjadi pribadi yang ramah, Sikap ramah ibarat air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan sebuah rasa penghormatan. Hendaknya kita selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Bersikap ramah dengan tulus.

Samjnanam nah svebhih samjnanam aranebhih

Samjnanam asvina yuvam ihasmasu ni acchatam | (Atharvaveda VII.52.1)

Artinya: Semoga kami memiliki kerukunan(sikap yang ramah) yang sama dengan orang-orang yang sudah dikenal akrab dan dengan orang-orang asing. Yang para Dewa Asvin semoga Engkau keduanya memberkahi kami dengan keserasian.

  • Memiliki kelembutan sikap,

Madhumnne nikramanam madhumanme

vaca vadani madhurmad bhuyasam madhusandrsah. | (Atharvaveda I.34.3) 

Artinya:

Oh Tuhan, kemanapun kepergian dan dimanapun kedatangan saya menjadi manis dan apapun yang saya ucapkan juga hendaknya rendah hati, lemah lembut dan saya sendiri menjadi simbol dari kelembutan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: