Advertisements

Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Category Archives: Uncategorized

Mencegah Kebakaran Akibat Api Dupa


Dalung, 17 April 2016.

Kebakaran terjadi di Dalung Permai tepatnya Br. Lingga Bumi persis dipojok TPA Pink Kids Care Dalung, api diduga dari dupa disebuah pelangkiran di lantai 2 rumah milik pak Teguh. Dalam hitungan menit api menghanguskan lantai 2 rumah tersebut.

IMG_0041

keesokan hari setelah terjadi kebakaran

Kebakaran akibat api dari dupa yang dipakai untuk mebanten sudah sering kita dengar, masih ingat dengan kasus kabakaran yang terjadi di pasar seririt ? atau kebakaran sebuah rumah di Jalan Meduri Denpasar ? Masih ada beberapa kasus kebakaran lain yang disebabkan oleh percikan api dari dupa. Sebagai umat Hindu kita tidak bisa lepas dari air(baca: tirtha), dupa(api) dan bunga(baca: banten) sebagai sarana persembahyangan maupun yadnya.

Secara singkat, Air(Tirtha) didalam Weda Parikrama dan Surya Suwana sebagai pensucian secara lahir dan bathin. Dupa(baca: Api) lambang Agni sebagai perantara yang menghubungkan pemuja dengan yang dipuja serta sebagai pembasmi segala kotoran(niskala) melalui mantram: Ong Ang Dipastraya namah swaha. Bunga sebagai simbol tulus ikhlas dan kesucian hati untuk menghadap pada sang pencipta.

Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kebakaran akibat Dupa?

  1. Pastikan dupa diletakkan pada tempat yang tidak mudah terbakar, misalkan: tempat yang terbuat dari tanah liat. Selain itu penting untuk selalu membersihkan bunga-bunga kering, bekas canang setiap kali akan mebanten selain untuk menjaga kebersihan pelangkiran atau pemujan juga untuk menghindari percikan api dari dupa menjadi bara api.
  2. Hindari mebanten ditempat-tempat yang penuh dengan kertas atau benda yang mudah terbakar, biasanya dikantor(ditempat kerja) karyawan Hindu selalu menghaturkan canang, Jika memang harus mebanten ditempat itu pastikan dupa ditempat yang aman.
  3. Jangan meninggalkan rumah saat dupa masih menyala. Jika harus buru-buru pastikan dupa dipadamkan terlebih dahulu.

Kadang musibah terjadi tanpa kita duga namun musibah bukan hal yang mustahil untuk kita cegah atau hindari dengan selalu eling dan berhati-hati. Sembahyang, Beryadna wajib kita lakukan sebagai insan Hindu mencegah sesuatu hal yang buruk terjadi juga penting untuk kita lakukan.

Semoga kita selalu eling dan waspada.

Advertisements

Tujuan Pernikahan Menurut Hindu


Beberapa waktu lalu sempat heboh foto upacara diduga pernikahan sesama jenis disebuah hotel di ubud dengan seorang pemangku nampak sebagai saksi. Sebagai masyarakat umum kita tentu berpikir bahwa ada yang “tidak beres” dengan foto-foto tersebut sebagian dari kita bahkan berpendapat bahwa ini “tidak benar”.

sloka

Image by:Masadi

Pada dasarnya manusia selain sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial, sehingga mereka harus hidup bersama-sama untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tuhan telah menciptakan manusia dengan berlainan jenis kelamin, yaitu pria dan wanita yang masing-masing telah menyadari perannya masing-masing. Telah menjadi kodratnya sebagai mahluk sosial bahwa setiap pria dan wanita mempunyai naluri untuk saling mencintai dan saling membutuhkan dalam segala bidang. Sebagai tanda seseorang menginjak masa ini diawali dengan proses perkawinan. Perkawinan merupakan peristiwa suci dan kewajiban bagi umat Hindu karena Tuhan telah bersabda dalam Manava dharmasastra IX. 96 sebagai berikut:
“Prnja nartha striyah srstah samtarnartham ca manavah 

Tasmat sadahrano dharmah crutam patnya sahaditah”

Artinya: Untuk menjadi Ibu, wanita diciptakan dan untuk menjadi ayah, laki-laki itu diciptakan.

Upacara keagamaan karena itu ditetapkan di dalam Veda untuk dilakukan oleh suami dengan istrinya.

Adapun 3 tujuan pernikahan menurut ajaran Hindu menurut kitab kitab Manavadharmasastra yaitu:

  1. Dharmasampati, kedua mempelai secara bersama-sama melaksanakan Dharma yang meliputi semua aktivitas dan kewajiban agama seperti melaksanakan Yajña , sebab di dalam grhastalah aktivitas Yajña dapat dilaksanakan secara sempurna.
  2. Praja, kedua mempelai mampu melahirkan keturunan yang akan melanjutkan amanat dan kewajiban kepada leluhur. Melalui Yajña dan lahirnya putra yang suputra seorang anak akan dapat melunasi hutang jasa kepada leluhur (Pitra rna), kepada Deva (Deva rna) dan kepada para guru (Rsi rna).
  3. Rati, kedua mempelai dapat menikmati kepuasan seksual dan kepuasan-kepuasan lainnya (Artha dan kama) yang tidak bertentangan dan berlandaskan Dharma.

Tujuan lain dari pernikahan menurut ajaran Hindu adalah membentuk keluarga ( rumah tangga) yang bahagia dan kekal maka dalam agama Hindu sebagaimana diutarakan dalam kitab suci Veda perkawinan adalah terbentuknya sebuah keluarga yang berlangsung sekali dalam hidup manusia. Hal tersebut disebutkan dalam kitab Manava Dharmasastra IX. 101-102 sebagai berikut:
“Anyonyasyawayabhicaroghaweamarnantikah,

Esa dharmah samasenajneyah stripumsayoh parah”

Artinya: Hendaknya supaya hubungan yang setia berlangsung sampai mati, singkatnya ini harus dianggap sebagai hukum tertinggi sebagai suami istri.

“Tatha nityam yateyam stripumsau tu kritakriyau,

Jatha nabhicaretam tau wiyuktawitaretaram”

Artinya: Hendaknya laki-laki dan perempuan yang terikat dalam ikatan perkawinan, mengusahakan dengan tidak jemu-jemunya supaya mereka tidak bercerai dan jangan hendaknya melanggar kesetiaan antara satu dengan yang lain.

“Samtusto bharyaya bharta bharta tathaiva ca,

Yasminnewa kule nityam kalyanam tatra wai dhruwam”

Artinya: Pada keluarga dimana suami berbahagia dengan istrinya dan demikian pula sang istri terhadap suaminya, kebahagiaan pasti kekal
Tujuan dari sebuah pernikahan adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia. Keluarga yang berbahagia kekal abadi dapat dicapai bilamana di dalam rumah tangga terjadi keharmonisan serta keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri, masing-masing dengan swadharma mereka. Keduanya (suami-istri) haruslah saling isi mengisi, bahu membahu membina rumah tangganya serta mempertahankan keutuhan cintanya dengan berbagai “seni” berumah tangga, antara lain saling menyayangi, saling tenggang rasa, dan saling memperhatikan kehendak masing-masing. Mempersatukan dua pribadi yang berbeda tidaklah gampang, namun jika didasari oleh cinta kasih yang tulus, itu akan mudah dapat dilaksanakan.

Gerhana Matahari dan Nyepi


Nyepi 2016 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, Hari Raya Nyepi saka 1938 yang jatuh pada tanggal 9 Maret 2016 akan terjadi Gerhana matahari total. Sebagian besar Pasifik, meliputi: Indonesia, Malaysia dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan benua Australia diperkirakan akan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial.

Solar_eclipse_animate_(2016-Mar-09)

Ilustration Gerhana Matahari 2016

Gerhana matahari total dianggap sebagai salah satu fenomena alam paling mengesankan yang terjadi di Bumi. Di Timur Samudera Pasifik, gerhana matahari total akan terjadi selama lebih dari 4 menit. Sedangkan, garis kuning menunjukkan daerah dengan gerhana matahari parsial

Sebagian besar India dan Nepal akan mengalami gerhana matahari parsial. Sementara itu, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini akan dapat menyaksikan lebih dari 50% gerhana parsial. Sedangkan Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Thailand akan melihat sekitar 50% gerhana matahari parsial. Sementara Australia, China, Jepang dan Alaska akan mendapatkan kurang dari 50% gerhana parsial.

Di Bali gerhana matahari inipun diperkirakan dapat terlihat, apa yang harus dilakukan ? Tentu saja sebagai Hindu kita harus tetap melakukan Catur Brata penyepian: Amati Gni(tidak menyalakan api), Amati Karya(tidak bekerja), Amati lelanguan(tidak mencari kesenangan) dan Amati lelungan(tidak bepergian).

Berikut adalah Doa(Puja Stawa) yang diucapkan saat Gerhana Matahari. Yang saya kutip Kitab Stotramala oleh Jro Mangku Danu.

Suryagrahanna-pidaparihara stava:

Om indro’nalo dandadhararca
Rksah pracetaso-vayukubera-isah
majanma-rkse mama rasi-samsthe arko’paragam samayantu sarve suryaya namah svaha.

Artinya:
Om Sanghyang Widhi dalam prabahwa-Mu sebagai dewanya para dewa yang perkasa yang bersenjatakan danda berkilauan, pelindung jagat raya dan isinya, yang menghasilkan udara(vayu), yang memberi kehidupan(kuvera), yang melindungi manusia(janma), Engkaulah pusat dari planet-palnet(rasi), Semogalah semuanya(samstha) terbebaskan dari segala penderitaan(samayantu sarve). Hormat padaMu Bhatara Surya.

** Terima kasih, wikipedia.org | Semoga bermanfaat.

Artikel terkait:

  1. Nyepi
  2. Pedoman Nyepi 2016
  3. Hari Raya Nyepi
  4. Upacara Melasti
%d bloggers like this: