Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Category Archives: Info

Umat Hindu Peringati Hari Tumpek Landep


Denpasar (Antara Bali) – Umat Hindu Dharma di Bali akan menggelar ritual untuk memperingati hari “Tumpek Landep”, yakni persembahan suci yang khusus ditujukan untuk semua jenis benda yang terbuat dari besi, perak, tembaga dan jenis logam lainnya, Sabtu (30/6).

“Kegiatan ritual yang menggunakan kelengkapan sarana sesajen, rangkaian janur kombinasi bunga dan buah-buahan khusus ditujukan untuk berbagai jenis alat produksi dan aset, termasuk keris dan senjata pusaka,” kata Ketua Program Studi Pemandu Wisata Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar Dr Drs I Ketut Sumadi M.Par di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, peringatan hari Tumpek Landep itu jatuh pada hari Sabtu, 30 Juni 2012, setelah sebelumnya umat Hindu memperingati hari lahirnya ilmu pengetahuan atau Hari Saraswati pada Sabtu (16/6) dan Hari Pagerwesi (20/6).

Aset yang mendapat persembahan khusus pada hari Tumpek Landep itu antara lain aneka jenis mesin, kendaraan, sepeda motor dan alat teknologi, termasuk perangkat komputer dan televisi.

Ketut Sumadi menjelaskan, kegiatan ritual itu dilakukan di tingkat rumah tangga dengan skala besar maupun skala kecil sesuai kemampuan dari masing-masing keluarga bersangkutan.

Orientasi Pembinaan Agama Hindu Digelar Kemeneg Babel


Pangkalpinang (ANTARA News) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar orientasi pembinaan Agama Hindu selama tiga hari mulai Kamis (28/6) hingga Sabtu di Pangkalpinang.

“Orientasi tersebut akan diikuti sekitar 30 orang perwakilan Agama Hindu seluruh Bangka Belitung (Babel) yang bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pendalaman tentang agama,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Babel Hatamar di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, dengan pendalaman agama tersebut diharapkan masyarakat bisa menerapkan dan menyesuaikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu di wilayah yang sebagian besar merupakan warga melayu.

Di samping itu, orientasi juga dimaksudkan untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di Babel.

Ke depannya pemerintah berharap dengan berkumpulnya masyarakat di Babel yang terdiri dari berbagai agama akan memberikan kerukunan dan saling mengisi satu sama lain dan tidak menimbulkan perpecahan.

Saat ini kondisi kerukunan antarumat beragama di Babel sangat bagus dan sudah terbukti kerukunan antara ras Melayu dan China di Babel sudah terjalin sejak zaman Belanda.

“Kondisi ini menggambarkan bahwa masyarakat Babel sangat terbuka dengan umat dan warga lainnya untuk saling berbaur bersama-sama tanpa saling membedakan,” ujarnya.

Hal itu diungkapkannya terkait terjadinya perselisihan antaragama di beberapa daerah sehingga meresahkan kondisi masyarakat setempat.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah terus melakukan orientasi ke seluruh masyarakat Babel sesuai dengan agama masing-masing yang dikoordinir langsung oleh Kementerian Agama di daerah itu.

Sementara itu, untuk permasalahan agama yang muncul di daerah akan diselesaikan bersama-sama agar tidak terjadi perpecahan antarsesama. (WRA/Z002)

Perbedaan Kasta dan Catur Warna


catur-varnyam maya srstam
guna-karma-vibhagasah
tasya kartaram api mam
viddhy akartaram avyayam
Bhagavad Gita 4.13

“Catur varna adalah ciptaan-Ku, menurut pembagian kualitas dan kerja, tetapi ketahuilah bahwa walaupun Aku penciptanya, Aku tak berbuat dan merubah diri-Ku”

Dari dulu hingga sekarang banyak yang mengatakan kasta identik dengan agama Hindu. Bahkan orang-orang yang tidak mengerti kasta berbicara kasta sebagai pengelompokan masyarakat dalam Hindu padahal ini jelas-jelas salah dan tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggung jawabkan. Kasta berasal dari bahasa Portugis adalah pembagian masyarakat. Kasta yang sebenarnya merupakan perkumpulan tukang-tukang, atau orang-orang ahli dalam bidang tertentu. Kasta di Bali dulunya digunakan pada masa penjajahan untuk mengelompokkan rakyat bali. Hingga sekarang sistem kasta masih cukup kuat dikalangan masyarakat tertentu untuk gengsi dan aktualisasi diri. hhhmmm!

Dalam agama Hindu hanya mengenal istilah warna, berasal dari bahasa sankerta varna, yang berarti memilih(sebuah kelompok). apa bedanya dengan kasta ?? kalau kasta pengelompokan masyarakatnya berdasarkan keturunan misalkan kalau seorang anak lahir dari seorang raja maka secara otomatis anak dikelompokkan dalam kasta ksatria walaupun profesinya saat ini sebagai pedagang. Sistem Warna dalam ajaran Hindu status seseorang dapat disesuaikan dengan pekerjaan/profesinya. Dalam konsep tersebut diuraikan bahwa meskipun seseorang lahir dalam keluarga Sudra (budak) ataupun Waisya (pedagang), apabila ia menekuni bidang kerohanian sehingga menjadi pendeta, maka ia berhak menyandang status Brahmana (rohaniwan). Jadi, status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir melainkan didapat setelah ia menekuni suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu.

Dalam tradisi Hindu, Jika seseorang ahli dalam bidang kerohanian maka ia menyandang status Brāhmana. Jika seseorang ahli atau menekuni bidang administrasi pemerintahan ataupun menyandang gelar sebagai pegawai atau prajurit negara, maka ia menyandang status Ksatriya. Apabila seseorang ahli dalam perdagangan, pertanian, serta profesi lainnya yang berhubungan dengan niaga, uang dan harta benda, maka ia menyandang status Waisya. Apabila seseorang menekuni profesi sebagai pembantu dari ketiga status tersebut (Brahmana, Ksatriya, Waisya), maka ia menyandang gelar sebagai Sudra.

Dari penjabaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa kasta harus dibedakan dari warna atau Catur Warna (Hindu), karena memang pengertian di antara kedua istilah ini tidak sama. Pembagian manusia dalam masyarakat agama Hindu:

  1. Warna Brahmana, para pekerja di bidang spiritual ; sulinggih, pandita dan rohaniawan.
  2. Warna Ksatria, para kepala dan anggota lembaga pemerintahan.
  3. Warna Waisya, para pekerja di bidang ekonomi
  4. Warna Sudra, para pekerja yang mempunyai tugas melayani/membantu ketiga warna di atas.

Sedangkan di luar sistem Catur Warna tersebut, ada pula istilah :

  1. Kaum Paria, Golongan orang terbuang yang dianggap hina karena telah melakukan suatu kesalahan besar
  2. Kaum Candala, Golongan orang yang berasal dari Perkawinan Antar Warna

**dari berbagai sumber.