Paduarsana

Berbagi Tentang Semua Hal

Rerahinan/Hari Suci Hindu bulan Agustus 2020


Berikut adalah Rerahinan/Hari Suci Hindu sepanjang bulan Agustus 2020. Dirangkum dari Kalender Bali(cetak) penerbit Ketut Bangbang Gde Rawi dan Kalender Digital Bali.

RerahinanHari Suci Hindu

Image by: Kalender Bali Cetak

3. Hari Soma Umanis Tulu, Memuja Bathara/Bathari di Merajan dan Hari Purnama Sasih Karo.
12. Hari Buda Kliwon Gumbreg hari ini juga bertepatan dengann Hari Kajeng Kliwon Uwudan.
18. Hari Tilem Sasih Karo
22. Hari Tumpek Uduh/Tumpek Pengatag/Tumpek Bubuh
26. Buda Cemeng Warigadian
27. Hari Kajeng Kliwon Enyitan
28. Hari Bathari Sri

Piodalan di Pura/Merajan Agustus 2020
02-08-2020. Redite Keliwon Tolu. Pura Dalem Alas Harum Banjar Tegal Kepuh, Kaba-kaba Kediri Tabanan.

03-08-2020. Soma Umanis Tolu. Pura Puseh/Balai Agung Ubung Kupang Penebel Tabanan. Pura Kawitan Sakula Gotra, Pasung Grigih Banjar Tegal Kepuh Kaba-kaba Kediri Tabanan. Pura Bhujangga Rsi-Tambak Bayuh. Pura Paibon Tangkas Kori Agung-Banjar Ceningan Kangin-Lembongan Nusa Penida. Pura Batu Madeg di Besakih. Pura Penataran Agung Penatih, Banjar Saba Penatih.

03-08-2020. Purnama Karo. Aci-aci Pengenteg Jagat di Pura Gelap Besakih, Pura Dangkahyangan Pengukur-ukur Pejeng. Merajan Gerya Kebon Tabanan. Pura Candi Goro di Tianyar-Kubu Karangasem. Pura Ponjok Batu Tejakula-Buleleng.

05-08-2020. Buda Pon Tolu. Pura Catur, Buwana Sanding Tampaksiring.

06-08-2020. Wraspati Wage Tolu. Pura Peninjoan di Besakih.

12-08-2020. Buda Keliwon Gumbreg. Pura Pasek Gelgel Kukuh Marga Tabanan. Pura Pasek Gelgel Dukuh Selemadeg Tabanan, Pura Puseh/Pura Desa di Desa Guwang Sukawati. Merajan Pasek Ketewel di Ketewel. Merajan Pangeran Tangkas Kuro Agung Jeroan Sading. Pura Dalem Setra Batu Nunggul Swana Nusa Penida.

19-08-2020. Buda Paing Wariga. Merajan Pasek Gaduh Kayubihi Bangli.

22-08-2020. Tumpek Uduh/Pengatag. Pura Puseh/Pura Desa di Batuan Sukawati. Pura Pasek Bendesa di Kekeran Mengwi, Pura Manik Mas di Besakih.

26-08-2020. Buda Wage Warigadean. Pura Kepisah Sumerta Denpasar. Pura Pasek Gelgel di Gerih Abiansemal Badung. Pura Puncaksari di Penarukan Peninjoan Bangli. Pura Bangun Sakti Besakih, Pura Antegsari, Kaba-Kaba Kediri Tabanan, Pura Pesimpangan Batur Pande Kaba-Kaba Kediri Tabanan.

28-08-2020. Sukra Umanis Warigadean. Odalan Ida Ratu di Penataran Agung Besakih, Odalan Ida Ratu Puraus di Merajan Salonding Besakih.

30-08-2020. Redite Pon Julungwangi. Pura Panti Pasek Gelgel Gobleg Banjar Singaraja.

Tuhan dalam agama Hindu


Banyak kalangan diluar Hindu menganggap bahwa Agama Hindu memiliki banyak Tuhan, bahkan diantaranya banyak yang mengatakan bahwa Hindu itu agama politeisme. Anggapan ini tentu tidak benar. Didalam Weda dijelaskan : EKAM SAT VIPRA BAHUDA VADANTI” yang artinya Tuhan itu satu, namun orang bijaksana(Maharsi) menyebutnya dengan berbagai nama. Apa yang tertulis didalam Weda tersebut ada jauh sebelum agama lain itu ada. Lalu bagaimana konsep Ketuhanan dalam agama Hindu? Salah satu konsep Ketuhanan didalam agama-agama adalah Monoteisme.

IMG_0815

Image by: koleksi pribadi. Tirtha Empul Gianyar.

Monoteisme menurut wikipedia (berasal dari kata Yunani μόνος (monos) yang berarti tunggal dan θεός (theos) yang berarti Tuhan) adalah kepercayaan bahwa Tuhan adalah satu/tunggal dan berkuasa penuh atas segala sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar seolah Tuhan memiliki bentuk dan sifat seperti halnya manusia antara lain: cemburu, benci, marah dan dendam serta bermukim jauh di sorga atau dilangit ketujuh. Tuhan didalam pengertian Hindu ada dimana-dimana diluar dan didalam ciptaannya. WYAPI WYAPAKA.

Tuhan dalam pemahaman Hindu adalah maha ada, maha tak terbatas. Tuhan ada dimana-dimana, keberadaan manusia, pohon-pohon, batu-batuan dan lain-lain tidak dapat membatasi keberadaan Tuhan. Tuhan bersifat rohani, bukan jasmani atau materi seperti manusia atau alam. Di dalam kitab suci Hindu diandaikan Tuhan itu seperti api yang ada di dalam setiap kayu yang terbakar. Atau seperti listrik yang menghidupkan dan menggerakkan semua alat-alat elektronik yang ada dirumah kita.

Tuhan menurut agama Hindu adalah Tuhan bagi seluruh semesta, seluruh makhluk ciptaanNya. Konsep Ketuhanan Hindu ini sering disebut PAN artinya semuanya, TEIS artinya Tuhan. Jadi PANTEISME artinya Tuhan yang satu itu adalah semuanya.

Ada sebagian orang bertanya bagaimana dengan DEWA apakah juga Tuhan? Kata DEWA berasal dari bahasa Sanskerta memiliki banyak arti antara lain: “yang memberi” Tuhan adalah DEWA karena Dia memberi seluruh dunia. Orang terpelajar yang memberikan ilmu pengetahuan kepada sesama manusia adalah juga seorang Dewa (VIDVAMSO HI DEVAH). Matahari, bulan dan bintang-bintang adalah para dewa karena mereka memberikan cahaya bagi seluruh ciptaan. Ayah Ibu dan pembimbing spiritual juga para Dewa bahkan seorang tamu adalah Dewa. Maka Dewa kemudian berarti Cahaya. Kalau diandaikan matahari adalah Tuhan sinarnya yang tak terhitung jumlahnya itu adalah para Dewa. Jadi para Dewa itu sebenarnya adalah nama-nama Tuhan didalam fungsinya yang terbatas. Misalnya: Brahma adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebagai pencipta, Wisnu adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebagai pemelihara dan Siwa adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebagai pelebur(pemralina).

Dioleh dari : Wikipedia, Hindu Menjawab(Media Hindu 2011)

Manfaat Sinar Matahari dalam Agama Hindu


Salah satu himbauan tenaga medis untuk mencegah merebaknya virus Corona atau Covid19 adalah dengan berjemur dibawah sinar matahari pagi. Berjemur di pagi hari merupakan salah kegiatan yang dapat meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh selain itu berjemur memiliki banyak manfaat antara lain:

FB_IMG_1534681411675

  1. Menurunkan Tekanan Darah
  2. Meningkatkan kesehatan Tulang
  3. Meningkatkan fungsi otak
  4. Menghilangkan Depresi Ringan
  5. Meningkatkan Kualitas Tidur
  6. Mengurangi Gejala Alzheimer
  7. Menyembuhkan beberapa kelainan kulit
  8. Meningkatkan Pertumbuhan pada anak
  9. Meningkatkan kekebalan tubuh
  10. Mengurangi resiko kanker

Dikutip dari DetikHealth waktu terbaik untuk berjemur adalah pada pukul 10 pagi. lebih lanjut ahli gizi komunitas dr Tan Shot Yen dalam sebuah wawancara mengatakan yang dibutuhkan sebetulnya adalah ultraviolet B. Ultraviolet B memiliki gelombang yang lebih pendek.

Dalam Kitab Suci Veda pun dijelaskan bahwa virus, bakteri yang menular akan mati bila terkena sinar matahari. Oleh sebab itu usahakanlah dapat kena sinar matahari sekitar 15 – 30 menit setiap hari, terutama pagi hari atau sore hari.

Ut Purastat Surya Eti Visvadrsto Adrstaha.
Rgveda I.191.8
Artinya: Sinar Matahari yang terbit dari timur membasmi semua kuman-kuman penular penyakit yang tidak tampak.

Ut Suryo Diva Eti Puro Raksamsi Nijur An.
Atharvaveda VI.52.1
Artinya: Sinar matahari pagi yang sedang naik ke langit membasmi semua kuman yang menular.

Udyan Adityah Krimin Hantu Nimrocan Hantu Rasmibhih Ye Antah Krimayo Gavi.
Atharvaveda II.32.1
Artinya: Matahari yang terbit dan Matahari yang ajkan terbenam membasmi semua kuman yang menular di atas bumi dengan sinar -sinar-Nya.

Dalam Kitab Suci juga dijelaskan bahwa apapun yang terjadi adalah atas kehendak-Nya. Oleh sebab itu mohonlah perlindungan pada-Nya supaya terbebas dari penyakit.

Om Brahma Wisnu Iswara Dewam
Sarwa roga, Sarwa Mala, Sarwa papa petaka Punah citram.

Diolah dari berbagai sumber

%d bloggers like this: