Paduarsana

Berbagi tentang: Hindu, Bali dan Budayanya.

Kewajiban Anak Menurut Hindu


Anak adalah buah cinta dari kedua orang tua, karena itulah anak merupakan tujuan hidup dalam berumah tangga(Grhasthasrama). Anak merupakan dambaan setiap keluarga. Kehadirannya memberikan kehangatan dan kebahagiaan seluruh anggota keluarga. Dalam keluarga Hindu anak merupakan tempat berlindung bagi orang yang memerlukan pertolongan.

Dari sudu etimologi anak berarti orang yang memberi pertolongan atau menyelamatkan arwah leluhurnya dari neraka. Didalam Sarasamuccaya 228 disebutkan:

Durbalartham balam yasya tyagartham ca parigrahah, pakascaivapacitartham pitarastena putrinah.

Artinya: Yang dianggap anak adalah orang yang menjadi pelindung bagi orang yang memerlukan pertolongan, serta menolong kaum kerabat yang tertimpa kesengsaraan, mensedekahkan segala hasil usahannya, memasak dan menyediakan makanan untuk orang-orang miskin, demikian putra sejati namanya.

Sesuai sloka diatas, sebagai seorang anak harus dapat menempatkan diri pada posisi yang sebenarnya, artinya mengetahui dan melaksanakan kewajibannya. Bagi keluarga Hindu anak diharapkan mampu menjaga nama baik keluarga, berpengatahuan, cerdik cendikiawan dan mempunyai wawasan berpikir yang luas serta yang lebih penting adalah memiliki budi pekerti yang luhur. Inilah yang disebut dengan istilah “Suputra”, Su artinya Baik, Putra artinya Anak, Suputra adalah anak yang baik atau mulia.

Ditinjau dari tahapan hidup(catur asrama), tahap kehidupan seorang anak adalah jenjang/tahap kehidupan awal yaitu brahmacari asrama adalah tingkatan/jenjang kehidupan pada masa menuntut ilmu. Pengertian sempitnya adalah masa belajar(TK,SD,SMP,SMA dan Perguruan Tinggi). Diawali dengan upacara Upanayana dan diakhiri dengan pengakuan dengan pemberian Samawartana/ Ijazah. Dalam kegiatan belajar mengajar ini siswa/ Snataka harus mengikuti segala peraturan yang telah ditetapkan bahkan kebiasaan untuk mengasramakan siswa sangat penting guna memperoleh ketenangan belajar serta mempermudah pengawasan. Brahmacari juga mengandung makna yaitu orang yang tidak terikat/ dapat mengendalikan nafsu keduniawian, terutama nafsu seksual. Segala tenaga dan pikirannya benar- benar diarahkan kepada kemantapan belajar, serta upaya pengembangan ketrampilan sebagai bekal hidupnya kelak.

Dengan demikian seorang anak mempunyai kewajiba utama yaitu menuntut ilmu baik formal maupun non formal sebaik-baiknya dan seluas-luasnya untuk bekal pada tahapan catur asrama berikutnya.

Dalam Sarasamuccaya 239, disebutkan:

Tapascaucavata nityam dharmasatyaratena ca, matapitroraharah pujanam karyamanjasa.

Artinya: Orang yang menghormati ibu bapaknya setiap harinya, namanya teguh melakukan tapa dan senantiasa menyucikan dirinya, tetap teguh berpegang kepada yang disebut dharma.

Artikel terkait: Kewajiban Dalam Keluarga Hindu

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 46 other followers

%d bloggers like this: